Drone Thermal Dikerahkan Cari Nelayan Tersapu Ombak di Pantai Medewi

Upaya pencarian berskala besar dilakukan melibatkan Tim SAR Gabungan hingga pemantauan udara tetapi hasil masih nihil.

Diterbitkan 02 Agustus 2026, 06:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang nelayan asal Kabupaten Jembrana, Bali, dilaporkan hilang tersapu gelombang saat melaut seorang diri di Perairan Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan. Hingga Sabtu (1/8/2026) sore. Upaya pencarian berskala besar dilakukan melibatkan Tim SAR Gabungan hingga pemantauan udara tetapi hasil masih nihil.

Nelayan itu diketahui bernama Asmuri (43), warga Banjar Pesinggahan, Desa Medewi. Berdasarkan kronologi kejadian, Asmuri bertolak melaut menggunakan jukung tradisional pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Namun, hanya satu jam berselang sekitar pukul 00.00 WITA, rekan sesama nelayan menemukan perahu jukung milik Asmuri terombang-ambing tanpa awak sejauh 100 meter dari bibir pantai.

​Diduga kuat, Asmuri terjatuh ke laut akibat hilang keseimbangan saat menarik jala atau diterjang ombak malam.

​Menerima laporan dari Polairud Polres Jembrana pada Sabtu pagi (05.45 WITA), Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar langsung menerjunkan Tim Rescue Pos SAR Jembrana ke lokasi kejadian.

​"Satu unit rubber boat dengan tiga personel langsung menyisir area titik duga jatuhnya korban sejak pukul 07.20 WITA. Namun penyisiran laut selama dua jam lebih belum membuahkan hasil," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, Minggu (2/8/2026).

​Tak berputus asa, strategi pencarian dialihkan ke darat dan udara. Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, PMI, hingga kelompok nelayan lokal menyisir pesisir Pantai Yeh Sumbul ke arah barat sejauh dua kilometer.

​Pada sore hari, Basarnas bahkan menerjunkan teknologi canggih berupa drone thermal untuk memindai suhu tubuh atau keberadaan objek di perairan dan pesisir pantai dari udara. Namun hingga operasi hari pertama dihentikan pada sore hari, keberadaan Asmuri masih menjadi misteri.

 

​I Nyoman Sidakarya menegaskan bahwa seluruh alutsista dan potensi SAR telah dikerahkan secara maksimal untuk menyisir setiap sudut lokasi kejadian.

​"Operasi hari pertama belum membuahkan hasil. Pencarian akan kembali kami lanjutkan pagi ini dengan memperluas radius penyisiran, baik melalui pemantauan laut, darat, maupun udara, serta mengoptimalkan koordinasi dengan masyarakat pesisir," tegas dia.