Pencarian Dramatis Siswi Hilang di Air Terjun Tengah Hutan

Jenazah korban ditemukan dua hari setelah pencarian.

Diterbitkan 24 Juli 2026, 13:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pelajar bernama Windi Sulastri (17), warga Kampung Sri Mukti, Kecamatan Lebak Peniangan, Kabupaten Way Kanan, Lampung, tenggelam saat berenang di Curug Sri Rahayu. Pencarian dilakukan selama dua hari. Komandan Pos SAR Tulang Bawang, Zian Fajri mengatakan korban ditemukan sekitar tiga meter dari lokasi awal diduga tenggelam, Jumat (24/7/2026).

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar tiga meter dari titik kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka," kata Zian.

Peristiwa nahas itu bermula pada Rabu (22/7/2026) sekira pukul 14.15 WIB. Windi bersama 10 rekannya berangkat menuju Curug Sri Rahayu di Desa Madang Jaya, Kecamatan Rebang Tangkas untuk berwisata.

Rombongan tiba pukul 14.53 WIB dan langsung berenang di kawasan air terjun. Saat itu, korban berada di posisi paling belakang dari rombongan.

Sekira pukul 15.30 WIB, teman-temannya menyadari Windi sudah tidak terlihat di lokasi. Mereka bersama warga sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun korban tak berhasil ditemukan.

"Laporan kemudian disampaikan kepala desa kepada Basarnas sehingga operasi pencarian langsung dilakukan oleh tim SAR gabungan," jelasnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue pos SAR Tulang Bawang diberangkatkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 126 kilometer dan tiba pada Kamis (23/7/2026) dini hari.

Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan melakukan penyelaman di sekitar titik korban diduga tenggelam, menyisir aliran sungai hingga sejauh satu kilometer, serta melakukan pemantauan visual di sejumlah lokasi yang dicurigai.

Proses pencarian berlangsung cukup sulit karena medan menuju Curug Sri Rahayu berada di kawasan hutan dengan akses terbatas. Beberapa jalur hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

Selain itu, derasnya arus di dasar air terjun serta minimnya jaringan komunikasi turut menghambat proses evakuasi.

"Alhamdulillah, meski menghadapi berbagai kendala di lapangan, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban sebelum operasi resmi ditutup," ucap Zian.

Usai kejadian tersebut, Basarnas mengimbau masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan saat berwisata di kawasan perairan, terutama air terjun, sungai, maupun lokasi dengan arus deras.

Zian mengingatkan pengunjung agar tidak berenang di lokasi yang belum diketahui kedalaman maupun karakter arusnya, serta selalu saling mengawasi saat beraktivitas di perairan.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan ketika berwisata di lokasi perairan. Pastikan memahami kondisi lokasi, jangan berenang di area yang berbahaya atau memiliki arus deras, dan jangan lengah mengawasi rekan maupun anggota keluarga," tandasnya.