Menegangkan Evakuasi Remaja Hilang di Air Terjun 9 Putri: Pakai Tali dari Tebing 15 Meter

Remaja itu ditemukan lemas di tebing 15 Meter. Dia dievakuasi tengah malam menggunakan tali.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 12:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Remaja yang dilaporkan hilang saat berwisata di Air Terjun 9 Putri, Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Kamis (25/6/2026) malam. Korban ditemukan di lokasi yang sulit dijangkau. Tepatnya di atas air terjun setinggi sekitar 15 meter.

Korban bernama M. Rohmahrulloh (17), warga Kabupaten Pringsewu. Saat ditemukan, kondisinya sudah sangat lemah akibat mengalami hipotermia setelah terpisah dari rombongan sejak sore hari.

Kepala Bidang Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengatakan laporan orang hilang diterima sekitar pukul 19.30 WIB. Hanya berselang dua menit, tim penyelamat langsung diberangkatkan menuju lokasi wisata.

"Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak ke lokasi karena informasi awal menyebutkan ada pengunjung yang hilang di kawasan Air Terjun 9 Putri," ujar Rully, Jumat (26/6/2026).

Berdasarkan keterangan rekan-rekannya, korban datang bersama tiga temannya untuk berwisata. Namun sekitar pukul 15.00 WIB, korban mendadak menunjukkan perubahan perilaku sebelum berlari meninggalkan rombongan.

Teman-temannya sempat berusaha mencari korban selama beberapa jam. Tetapi tidak membuahkan hasil. Mereka kemudian meminta bantuan petugas Damkarmat untuk melakukan pencarian.

Pencarian yang melibatkan petugas bersama warga akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 21.30 WIB. Korban ditemukan berada di atas air terjun ketiga dari total sembilan air terjun yang ada di kawasan wisata tersebut.

"Korban ditemukan di lokasi yang sangat sulit dijangkau. Saat itu kondisinya sudah lemah karena hipotermia sehingga tidak memungkinkan turun sendiri," jelasnya.

Dievakuasi Pakai Tali

Medan yang curam dan licin membuat proses evakuasi berlangsung cukup menantang. Tim penyelamat harus menggunakan teknik vertical rescue atau rope rescue dengan perlengkapan body harness dan tali kernmantle untuk menurunkan korban dari atas tebing.

"Evakuasi dilakukan menggunakan teknik penyelamatan tali agar korban bisa diturunkan dengan aman. Keselamatan korban menjadi prioritas utama," ungkapnya.

Proses evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 00.10 WIB tanpa kendala berarti. Sebanyak enam personel Damkarmat Posko Kalianda diterjunkan dalam operasi penyelamatan tersebut.

Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

"Alhamdulillah korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit," tutup Rully.