Kasus Brimob Ditikam Anggota TNI Ditutup dengan Kesepakatan Ini

Sebelumnya, empat anggota Brimob ditikam oleh tiga prajurit TNI AD di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Diterbitkan 17 Juni 2026, 17:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perselisihan antara oknum anggota Brimob Kompi 1 Yon B Pelopor Satbrimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dan anggota Kodim 1630/Manggarai Barat di Labuan Bajo diselesaikan secara damai.

Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, tidak menempuh jalur pidana, serta memindahkan anggota yang terlibat ke luar Labuan Bajo.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Vicon Polres Manggarai Barat, Selasa (16/6/2026). Pertemuan digelar setelah seorang anggota Brimob menjadi korban penikaman oleh anggota TNI dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

Penyelesaian kasus ini kemudian ditandai dengan penandatanganan Surat Pernyataan Perdamaian oleh kedua pihak.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menyebut penyelesaian secara kekeluargaan ini dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat.

"Kami sepakat menjadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif," ujar Christian.

Menurutnya, keamanan dan keharmonisan di Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium menjadi prioritas utama.

"Labuan Bajo adalah etalase pariwisata Indonesia di mata dunia. Karena itu, keamanan, kedamaian, dan persaudaraan harus terus kita jaga bersama," tandasnya.

 

Dipindahkan

Inti kesepakatan ini antara lain menyelesaikan persoalan secara damai dan tidak menempuh jalur pidana. Selanjutnya, proses pembinaan dan penegakan disiplin terhadap anggota yang terlibat tetap dilakukan secara internal.

Kemudian, para anggota yang terlibat dalam persoalan ini akan dipindahkan ke luar Kabupaten Manggarai Barat.

"Sesuai aturan yang berlaku pada masing-masing institusi," jelas Christian.

Kapolres Manggarai Barat juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang dapat memicu kesalahpahaman. Ia berharap situasi tetap aman, terkendali, dan kondusif.

Pasi Intel Kodim 1630/Manggarai Barat, Kapten Inf. Gede Budi, yang mewakili Dandim 1630/Manggarai Barat, juga berkomitmen memperkuat hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara TNI dan Polri.

Sementara itu, Wadanyon B Pelopor Labuan Bajo, AKP Antonio Cortereal, berharap hubungan kekeluargaan yang telah terjalin dapat terus menjaga soliditas dan persatuan.

 

Kronologi

Sejumlah anggota TNI dan Brimob berkelahi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa ini berujung pada penikaman terhadap seorang anggota Brimob.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan, berdasarkan hasil pendalaman sementara, peristiwa bermula saat tiga anggota Kodim 1630/Manggarai Barat, yakni Pratu IB, Pratu IW, dan Pratu FR menghadiri acara syukuran pelantikan anggota Brimob atas nama Bripda JG di Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Rabu (10/6/2026) malam.

Ketiga anggota TNI tersebut hadir sebagai tamu undangan dan diterima dengan baik oleh tuan rumah. Namun, dalam perjalanan acara, terdengar instruksi agar seluruh anggota Brimob meninggalkan lokasi.

Sekira 30 menit kemudian, lebih dari 15 anggota Brimob disebut kembali mendatangi lokasi acara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, lanjut Amrizal, sejumlah anggota Brimob diduga menarik Pratu IB ke arah jalan raya sebelum terjadi pemukulan dan pengeroyokan.

Saat berusaha membantu rekannya, Pratu IW juga menjadi sasaran pengeroyokan. Dalam kondisi tersebut, Pratu IW berhasil melarikan diri ke rumah orang tuanya dan mengambil sebuah pisau kerambit.

"Keterangan yang diperoleh dari hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dugaan pengeroyokan terhadap dua anggota Kodim oleh sejumlah anggota Brimob yang berada di lokasi," kata Amrizal, dikutip dari Antara, Sabtu (13/6/2026).

Amrizal mengungkapkan keterangan tersebut diperkuat oleh sejumlah saksi mata yang mengaku melihat langsung tindakan pengeroyokan terhadap kedua anggota TNI tersebut. Para saksi juga menyebut warga sempat berupaya melerai, namun aksi pengeroyokan tetap berlangsung.

Kapendam menjelaskan bahwa berdasarkan berita acara pemeriksaan, Pratu IW mengakui telah melakukan penikaman terhadap anggota Brimob yang terlibat dalam insiden tersebut.

Namun, tindakan itu dilakukan karena merasa terdesak dan keselamatannya terancam akibat pengeroyokan yang sedang berlangsung.

Setelah terdengar teriakan adanya korban yang terkena tusukan, situasi berangsur kondusif.

Korban yang mengalami luka kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kodam IX/Udayana menegaskan seluruh fakta yang disampaikan masih merupakan hasil pemeriksaan awal.

Saat ini, Subdenpom IX/1-1 Ende masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh kronologi, motif, serta pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Kami mengimbau seluruh pihak agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Proses hukum dan investigasi masih berjalan untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif dan transparan," ujar Amrizal.

Dia juga menegaskan bahwa apabila ditemukan pelanggaran hukum yang dilakukan anggota TNI, maka akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Hal yang sama juga berlaku bagi pihak lain yang terbukti melakukan tindakan melawan hukum.

Kodam IX/Udayana memastikan insiden tersebut merupakan kasus individual dan tidak mencerminkan hubungan kelembagaan antara TNI dan Polri. Sinergitas kedua institusi di wilayah Manggarai Barat disebut tetap terjaga dengan baik melalui koordinasi dan komunikasi yang terus dilakukan selama penanganan kasus berlangsung.