Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT Terus Erupsi, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Pos Pengamatan Gunung (PPG) Lewotobi Laki-Laki di NTT menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki cukup tinggi selama beberapa hari terakhir.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Flores Timur - Pos Pengamatan Gunung (PPG) Lewotobi Laki-Laki Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki cukup tinggi selama beberapa hari terakhir.

"Sesuai laporan kami, intensitas erupsi sampai saat ini masih cukup tinggi," ujar Kepala PPG Lewotobi Laki-Laki Kecamatan Wulanggitang Herman Yosep M Boro, Selasa (9/6/2026) melansir Antara.

Dia mengatakan, hal itu terkait dengan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki yang mengalami erupsi sejak Jumat 5 Juni 2026.

Berdasarkan laporan yang diterima, Senin 8 Juni 2026, terjadi delapan kali erupsi gunung tersebut dengan ketinggian kolom abu berkisar 800 hingga 1.500 meter di puncak gunung.

Pada Selasa (9/6/2026), mulai pukul 01.00 hingga pukul 06.00 Wita terjadi tiga kali erupsi dan pukul 06.00 hingga 10.35 Wita terjadi tiga kali erupsi dengan ketinggian abu berkisar 600 hingga 1.500 meter.

"Hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki yang mengalami erupsi dahsyat pada November 2024 mengakibatkan 12.200 orang mengungsi itu, masih Siaga," kata Herman.

 

Imbauan untuk Masyarakat dan Wisatawan

Herman mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, guna menghindari risiko bahaya erupsi.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas.

"Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi," kata Herman.

 

Ingatkan Waspada Ancaman Banjir Lahar

Selain potensi erupsi, lanjut Herman, PPG juga mengingatkan warga untuk mewaspadai ancaman banjir lahar hujan yang dapat terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan gunung tersebut.

"Potensi banjir lahar hujan diprakirakan dapat mengancam daerah-daerah di sepanjang aliran sungai yang airnya berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki, terutama wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote," ucap Herman.

Pihaknya meminta masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut, meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras di kawasan puncak gunung.

Selain itu, kaya Herman, warga yang terdampak hujan abu vulkanik diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

"Penggunaan masker penting untuk menghindari bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan," tandas Herman.