Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Status Tetap Waspada

Aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat dengan puluhan gempa vulkanik terekam. Meski demikian, status gunung masih Level II atau Waspada.

Diterbitkan 24 Juni 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

Dalam sehari, pos pemantauan mencatat puluhan kali gempa vulkanik yang mengiringi aktivitas gunung api yang berada di perairan antara Lampung dan Banten tersebut.

Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui laman resmi Magma Indonesia milik Kementerian ESDM, Gunung Anak Krakatau terpantau mengeluarkan asap kawah berwarna putih dengan ketinggian sekitar 200 meter dari puncak gunung.

Selain kemunculan asap kawah, aktivitas kegempaan juga mengalami peningkatan pada Selasa (23/6/2026). Berbagai jenis gempa vulkanik terekam, mulai dari gempa hembusan, low frequency hingga gempa hybrid atau fase banyak.

Dalam laporan pengamatan harian, tercatat sebanyak 35 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3,9 hingga 35,6 milimeter dan durasi 8 sampai 59 detik.

Kemudian terdapat 20 kali gempa low frequency dengan amplitudo 3,6 hingga 45,7 milimeter dan durasi 6 sampai 26 detik. Selain itu, petugas juga merekam 33 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3 hingga 39,5 milimeter serta satu kali tremor menerus dengan amplitudo dominan 1 milimeter.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi membenarkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan tersebut. Namun, ia menegaskan kondisi Gunung Anak Krakatau masih berada dalam kategori aman dan belum menunjukkan tanda-tanda erupsi.

"Benar ada peningkatan aktivitas, tetapi masih dalam koridor yang aman. Aktivitas gempa di Gunung Anak Krakatau memang fluktuatif setiap harinya," kata Andi, Rabu (24/6/2026).

 

Bukan Erupsi 

Andi juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait kemunculan asap dari kawah Gunung Anak Krakatau. Menurutnya, fenomena tersebut bukanlah erupsi.

"Tidak ada erupsi. Yang terlihat hanya asap kawah berwarna putih. Itu merupakan fenomena umum yang menunjukkan aktivitas vulkanik normal," ucap dia.

Meski demikian, masyarakat dan wisatawan diminta tetap waspada serta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Saat ini status gunung api tersebut masih berada pada Level II atau Waspada.

"Kami mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Radius aman yang harus dipatuhi adalah minimal 2 kilometer dari kawah aktif," tegasnya.

Sebagai informasi, Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitas vulkaniknya terus dipantau selama 24 jam oleh petugas guna mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.