Liputan6.com, Jakarta - Berawal dari usaha sederhana dengan hanya sekitar 20 pasang sandal, Fitri berhasil mengembangkan bisnis sandal lokal hingga dikenal luas, baik melalui penjualan online maupun jaringan toko oleh-oleh di Yogyakarta dan berbagai daerah di Indonesia.
Fitri, perempuan asal Yogyakarta yang juga merupakan founder brand sandal TATAG, memulai usahanya pada akhir 2019 dan mulai lebih serius pada 2020. Pada awal perjalanannya, ia hanya memproduksi sandal dalam jumlah kecil dengan konsep yang sederhana.
Kini bisnis sandal wanita berhijab ini telah berkembang pesat dan memiliki tiga produk utama, yaitu sandal wudu, sandal custom, dan sandal aksara Jawa. Sandal aksara Jawa ini memiliki arti dan filosofi budaya, yaitu menghadirkan identitas lokal Yogyakarta melalui aksara Jawa sebagai simbol pelestarian budaya sekaligus menjadikannya produk oleh-oleh yang unik dan bernilai edukasi. Tak heran jika usaha yang berdiri di Baciro ini telah tembus pasar online dan 'mejeng' di toko oleh-oleh ternama di Yogyakarta.
Advertisement
Bertumpu pada Online, Menguat di Ritel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7171060/original/045256800_1779962539-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_4.56.36_PM.jpeg)
Sejak awal, Fitri memilih jalur digital sebagai tulang punggung penjualan TATAG. Website sandalwudhu.net menjadi pintu utama untuk membangun kepercayaan konsumen, sementara media sosial seperti Instagram dan TikTok berfungsi sebagai etalase produk yang memperluas jangkauan audiens.
“Kalau pakai website kan trust-nya ada. Jangkauannya juga lebih luas, bisa sampai seluruh Indonesia. Dari awal aku memang enggak jualan satu-satu, tapi langsung nyasar ke sekolah atau komunitas,” ujar Fitri
Meski demikian, proses transaksi sering kali berlanjut melalui WhatsApp karena dinilai lebih efektif untuk komunikasi dan proses closing penjualan. Pola ini membuat alur penjualan menjadi lebih fleksibel, mulai dari ketertarikan di media sosial hingga keputusan pembelian secara langsung.
Selain kuat di ranah online, produk TATAG juga telah masuk ke berbagai jaringan ritel dan toko oleh-oleh di Yogyakarta, seperti Krisna, Hamzah, Raminten, Yudistira, hingga titik penjualan di Bandara YIA.
Kombinasi penjualan online dan offline ini membuat jangkauan pasar TATAG semakin luas, tidak hanya di Yogyakarta, tetapi juga hingga luar Pulau Jawa seperti Kalimantan dan Sumatra. Produk ini telah menjangkau berbagai segmen pembeli, mulai dari sekolah Islam terpadu, perusahaan, travel, hingga pusat oleh-oleh.
Advertisement
Diperkuat Lewat BRI Incubator
Perkembangan bisnis Fitri juga mendapat dorongan dari program BRI Incubator. Bagi Fitri, salah satu perubahan terbesar setelah mengikuti inkubator adalah cara memahami pelanggan. Ia juga mulai memahami bahwa keberhasilan bisnis bukan hanya soal kualitas barang, tetapi bagaimana membangun komunikasi yang nyaman dengan pelanggan. Menurut Fitri, materi tentang etika berbicara dengan konsumen menjadi salah satu hal yang paling membekas selama mengikuti program inkubasi.
“Bisnis itu ternyata enggak cuma getok tular atau produknya bagus aja. Cara ngobrol ke pelanggan juga penting,” ujarnya.
Karena Sebagian besar penjualan Tatag saat ini dilakukan secara online, materi tentang teknik closing menjadi salah satu ilmu yang langsung dipraktikkan Fitri setelah mengikuti inkubator. Ia belajar bagaimana mengarahkan pelanggan secara halus untuk memilih produk premium dibanding produk standar. Tidak hanya itu, ia juga memahami cara meningkatkan jumlah pembelian pelanggan.
“Misalnya aku punya produk standar sama premium, ternyata ada tekniknya supaya pelanggan lebih tertarik ambil yang premium. Atau gimana caranya dari beli satu lusin jadi satu kodi,” ujarnya.
Fitri juga mengaku kini lebih memperhatikan cara berbicara kepada pelanggan saat melakukan follow up pembayaran.
“Kalau dulu mungkin langsung nanya, ‘udah transfer belum?’. Sekarang ada cara ngomong yang lebih nyaman diterima konsumen dan ternyata ngaruh ke psikologi pembeli,” katanya.
Arti Nama Tatag
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7173634/original/080819200_1779966274-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_4.56.32_PM__1_.jpeg)
Arti Nama Tatag, yang diambil dari filosofi Jawa “sopo sing tatag lan teteg bakal tutug,” yang berarti siapa yang kokoh dan istiqomah akan sampai pada tujuannya. Kini, Fitri memilih menjalankan bisnis dengan lebih tenang. Ia tidak lagi terlalu muluk memasang target besar, tetapi fokus bertumbuh secara perlahan dan konsisten.
“Sekarang aku percaya enggak harus langsung berlari. Merangkak, jalan pelan-pelan juga enggak apa-apa, yang penting terus jalan,” tuturnya.
Meski omzet usahanya kini bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp20 juta per bulan tergantung musim, Fitri mengaku masih ingin terus belajar dan berinovasi.
“Kalau bisnis kan enggak bisa stuck. Konsumen berubah, cara jualan berubah, jadi kita juga harus terus belajar,” ujarnya.
Advertisement
BRI Incubator, Pendampingan Intensif UMKM dari Kurasi hingga Siap Bersaing
BRI Incubator menjadi salah satu program unggulan dalam pembinaan UMKM yang dijalankan di bawah Rumah BUMN BRI Yogyakarta. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian BUMN yang menempatkan BRI sebagai salah satu motor penggerak pemberdayaan usaha mikro dan kecil di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta. Melalui program ini, UMKM tidak hanya diberikan pelatihan dasar, tetapi juga pendampingan intensif untuk meningkatkan kapasitas bisnis agar mampu “naik kelas”.
Dalam pelaksanaannya, BRI Incubator bersifat lebih terkurasi dan fokus dibandingkan pelatihan reguler. Setiap periode, sekitar 20 UMKM terpilih mengikuti proses inkubasi selama 1–2 bulan dengan materi yang lebih mendalam, mulai dari strategi bisnis, pemasaran, hingga kesiapan ekspansi usaha. Program ini dirancang agar pelaku UMKM benar-benar mendapatkan pendampingan dari awal hingga mampu mengembangkan model bisnis yang lebih matang.
“BRI Incubator itu inkubasi bisnis yang lebih efektif lagi. Ada beberapa UMKM yang kita kurasi, sekitar 20-an UMKM kita adakan pelatihan rutin selama 1–2 bulan, benar-benar digodok dari awal, dari cara bisnis matching sampai istilahnya naik kelas,” ujar Fiera Dwi Hapsari selaku Koordinator Rumah BUMN BRI Yogyakarta saat ditemui terpisah pada Selasa (19/5/2026)
Selain itu, pengembangan UMKM dalam program ini juga terintegrasi dengan sistem pemeringkatan melalui Link UMKM, yang digunakan untuk menilai sejauh mana perkembangan usaha peserta. Evaluasi dilakukan secara berkala, termasuk setelah pelatihan, untuk melihat peningkatan dari sisi pengetahuan, pengelolaan bisnis, hingga kesiapan usaha untuk berkembang lebih jauh.
“Kita selalu lakukan scoring lagi, seberapa meningkat dari segi pengetahuan atau pengelolaan bisnis mereka,” tambahnya.
Melalui BRI Incubator, Rumah BUMN BRI Yogyakarta tidak hanya berperan sebagai fasilitator pelatihan, tetapi juga sebagai penghubung UMKM dengan berbagai program lanjutan, termasuk akses legalitas, pendampingan dinas, hingga peluang promosi dan pameran. Program ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem UMKM agar lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379728/original/080061400_1760356827-20251013_140108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7089269/original/039433200_1779870527-tatag_1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372762/original/077068000_1476344055-yogya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287270/original/053254800_1783206565-000_B9AD2FJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295862/original/035555400_1783973067-Jude_Bellingham_celebrates_England_s_victory.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295861/original/079168800_1783972957-Spain_s_Mikel_Merino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295860/original/053984200_1783972780-France_s_Ousmane_Dembele__7__celebrates_with_Kylian_Mbappe_and_jules_kounde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111782/original/019814700_1738060856-000_36492MT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887490/original/081442300_1720552745-AP24191690613776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293528/original/019700700_1783732096-spa11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3491033/original/081375500_1624442715-000_APP2001111319916.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292705/original/040785000_1783652977-WhatsApp-Image-2025-01-25-at-10.08.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479680/original/070442100_1768985178-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_15.06.34.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291444/original/019998100_1783562412-Depositphotos_786540920_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290157/original/005316300_1783428934-bluebird_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288947/original/074784900_1783349831-Cover___Lead.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288928/original/015541100_1783346940-6fa232aa-0fdb-4260-a452-1650fd023258.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288061/original/071887700_1783293669-eca40fda-a4a6-4589-88a4-81191df0166b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4945767/original/075099200_1726555143-siswa-SD-PIP-dan-sinpel-2048x1365.jpg)