Terulang Lagi, Kereta Api Seruduk Truk di Tanjungbalai, Sopir Sampai Terpental ke Rumah Warga

Kecelakaan yang melibatkan kereta api yang memakan korban masih terus terjadi. Kali ini terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang Kota Tanjungbalai, Sumut.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 08:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tanjungbalai - Insiden berdarah kembali terjadi di perlintasan kereta api Kota Tanjungbalai, Senin (4/5/2026). Sebuah truk bernomor polisi BL 8608 FD hancur tak berbentuk setelah dihantam Kereta Api KAU 79 di Jalan Lingkar Utara, Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso.

Kecelakaan tragis ini merenggut nyawa sang sopir yang terpental hingga ke bawah rumah warga.

Peristiwa bermula saat truk yang dikemudikan oleh Sukir, warga Dusun III, Desa Asahan Mati, mencoba melintasi rel kereta api yang tidak dilengkapi palang pintu. Di saat yang bersamaan, Kereta Api KAU 79 melaju kencang dari arah Tanjungbalai menuju Kisaran.

Meski masinis dilaporkan telah membunyikan klakson peringatan berkali-kali, benturan keras tetap tak terhindarkan. Truk tersebut terseret dan terguling ke sisi kiri rel dengan kondisi kabin depan ringsek parah.

Kepala Regu Polsuska Kisaran, Tri Rohmad, mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia seketika di lokasi kejadian.

"Sopir meninggal di tempat. Akibat benturan hebat tersebut, tubuh korban terpental hingga masuk ke kolong rumah warga di sekitar lokasi," jelas Tri.

Tak hanya merenggut nyawa, kecelakaan ini juga melumpuhkan jadwal perjalanan kereta api. Lokomotif KAU 79 mengalami kerusakan serius sehingga harus menunggu bantuan lokomotif cadangan dari Stasiun Kisaran untuk melanjutkan perjalanan.

Pihak kepolisian telah mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit dan mengamankan bangkai truk untuk penyelidikan lebih lanjut. Diduga kuat, kecelakaan terjadi karena kurangnya kewaspadaan pengemudi saat melewati perlintasan sebidang.

"Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat. Kami mengimbau agar selalu berhenti sejenak dan memastikan jalur aman sebelum melintasi rel, terutama di titik-titik yang tidak memiliki palang pintu," tutup Tri Rohmad.