Semangat Kartini di Tuban: Perjuangan dan Pengabdian Dokter Gigi Wanita untuk Senyum Masyarakat

Wanita bernama drg. Ika Roudlotus Saadah setiap harinya bekerja dalam senyap namun berdampak luas dengan memberikan layanan kesehatan.

Diterbitkan 21 April 2026, 22:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tuban - Ditengah dinamika pelayanan kesehatan di Kabupaten Tuban, ada sosok perempuan yang setiap harinya bekerja dalam senyap namun berdampak luas.

Di ruang praktik dan layanan kesehatan Puskesmas Kerek, ia hadir bukan hanya sebagai tenaga medis, tetapi juga sebagai pengabdi yang menjaga satu hal sederhana namun penting, yakni senyum masyarakat.

Ia adalah drg. Ika Roudlotus Saadah, lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga angkatan 2007.

Selain bertugas sebagai dokter gigi di Puskesmas Kerek, ia juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua PDGI Cabang Tuban dan Bendahara LKNU PCNU Tuban.

Sejumlah peran itu dijalani Ika dengan satu tujuan yang sama, memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Di momen Hari Kartini 2026 ini, kiprahnya menjadi potret nyata bahwa semangat Kartini tidak berhenti di buku sejarah, tetapi terus hidup dalam profesi, pengabdian, dan kerja nyata perempuan Indonesia hari ini.

Perempuan dalam Dunia Kesehatan yang Kian Kuat

Menurut drg. Ika, peran perempuan di dunia kesehatan saat ini mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Perempuan tidak lagi hanya berada di garis depan pelayanan teknis, tetapi juga mulai banyak menduduki posisi strategis dalam pengambilan keputusan.

"Perempuan di dunia kesehatan sekarang semakin kuat dan strategis. Tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai pemimpin layanan dan penggerak edukasi masyarakat," ungkapnya, Selasa, (21/4/2026).

Ia menilai, kehadiran perempuan membawa nilai lebih dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam hal ketelitian, empati, dan kepekaan terhadap pasien.

 

Semangat Kartini dalam Pengabdian

Bagi drg. Ika, Hari Kartini bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan pengingat akan semangat perjuangan yang terus relevan hingga hari ini.

"Semangat Kartini itu tentang keberanian untuk terus belajar dan memberi manfaat bagi orang lain," tutur dia.

Dalam profesinya sebagai dokter gigi, ia memaknai pekerjaan bukan hanya sebagai rutinitas medis, tetapi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Setiap pasien yang datang diperlakukan dengan penuh perhatian dan tanggung jawab.

"Melayani dengan hati, terus meningkatkan kompetensi, dan tetap rendah hati adalah prinsip yang selalu saya pegang," tambahnya.

Menjalani Dua Peran: Profesional dan Keluarga

Dibalik kesibukannya di dunia kesehatan dan organisasi, drg. Ika juga menjalankan peran sebagai ibu dan pengelola rumah tangga. Tantangan terbesar baginya adalah menjaga keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan keluarga.

Ia mengandalkan kedisiplinan waktu, komunikasi yang baik dengan keluarga, serta kesadaran penuh dalam menjalani setiap peran.

"Kalau di tempat kerja saya fokus pada pasien, di rumah saya fokus pada keluarga. Semua harus dijalani dengan seimbang," ucap Ika.

Momen kebersamaan keluarga di akhir pekan menjadi ruang penting untuk mengisi kembali energi dan memperkuat ikatan batin.

Dukungan Keluarga sebagai Kekuatan

Perjalanan karier drg. Ika tidak lepas dari dukungan keluarga. Ia menyebut suami, anak, dan keluarga sebagai fondasi utama yang membuatnya mampu bertahan dan berkembang hingga saat ini.

“Dukungan keluarga sangat besar. Itu yang membuat saya kuat dan bisa menjalani semuanya dengan lebih tenang,” katanya.

Baginya, keberhasilan perempuan bukanlah perjalanan individu semata, melainkan hasil dari lingkungan yang saling menguatkan.

 

Tantangan dan Peluang di Era Digital

Perkembangan teknologi di era digital membawa perubahan besar dalam dunia kesehatan. Bagi drg. Ika, hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perempuan untuk terus berkembang.

“Perempuan harus terbuka terhadap perubahan dan terus belajar, terutama dalam perkembangan teknologi kedokteran dan edukasi digital,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi bukan hanya untuk efisiensi kerja, tetapi juga untuk memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Pesan untuk Generasi Perempuan Muda

Kepada perempuan muda yang ingin meniti karier di dunia medis, khususnya kedokteran gigi, drg. Ika berpesan agar tidak takut untuk bermimpi dan menjalani proses dengan konsisten.

Profesi dokter gigi, menurutnya, membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan komitmen jangka panjang. “Jangan ragu untuk berproses. Jadilah perempuan yang berilmu, berakhlak, dan memiliki empati tinggi,” pesannya.

Ia juga mengingatkan nilai penting dalam kehidupan, yakni Khoirunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.

Harapan untuk Perempuan Indonesia

Menutup kisahnya, drg. Ika menyampaikan harapan agar perempuan Indonesia semakin berdaya dan percaya diri dalam berbagai bidang kehidupan.

"Saya berharap perempuan Indonesia semakin mandiri, berpendidikan, dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur sebagai perempuan," jelas Ika.

Ia juga menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting, tidak hanya dalam pembangunan bangsa, tetapi juga sebagai pilar utama dalam keluarga.