Misi Damkar Padamkan Api Berujung Kecelakaan, Mobil Terguling di Jalur Selatan Cianjur

Sebuah mobil pemadam kebakaran milik Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur mengalami kecelakaan di jalur selatan Cianjur pada Kamis (16/4/2026) dini hari.

Diterbitkan 16 April 2026, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah mobil pemadam kebakaran milik Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur mengalami kecelakaan tunggal di jalur selatan Cianjur pada Kamis (16/4/2026) dini hari. Armada yang tengah mengangkut pasokan air tersebut terguling saat dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran di wilayah Cidaun.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Kepala Satpol PP dan Damkar Cianjur, Djoko Purnomo, menjelaskan bahwa personelnya saat itu sedang merespons panggilan darurat dari tim Damkar Sindangbarang untuk membantu pemadaman api di PT Megatop, Cidaun.

Namun, saat melintasi Kampung Cijatem, Desa Sukalaksana, Kecamatan Sukanagara, kendaraan tersebut mengalami hilang kendali di jalur yang cukup ekstrem.

“Kemungkinan karena kondisi subuh, jalan licin, ditambah kendaraan membawa air, posisi turunan dan menikung, sehingga terjadi kecelakaan,” ungkap Djoko.

 

 

Kondisi Korban

Kecelakaan tersebut menyebabkan dua orang petugas pemadam kebakaran mengalami luka-luka. Satu petugas mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis di Klinik Sukanagara.

Sementara itu, satu petugas lainnya mengalami cedera serius berupa benturan di bagian kepala dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sayang Cianjur.

“Mohon doanya agar rekan kami yang masih dirawat di Rumah Sakit Sayang segera pulih,” tambah dia.

Meski armada pendukung mengalami kecelakaan, upaya pemadaman di lokasi kebakaran tetap menjadi prioritas tim Damkar lintas wilayah. Saat ini, bangkai kendaraan yang terguling telah berhasil dievakuasi.

Djoko menegaskan bahwa insiden ini merupakan risiko dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Namun, pihaknya akan tetap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi teknis armada agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.