Macet Horor Menuju Palabuhanratu, Cerita Pemudik Habiskan 7 Jam di Jalan

Ribuan pemudik dan wisatawan terjebak macet horor hingga 7 jam saat menuju kawasan pantai Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Diterbitkan 23 Maret 2026, 15:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Antusiasme warga mengisi libur Idu Fitri 1447 H berubah menjadi ujian kesabaran. Pada H+2 Lebaran, Senin (23/3/2026), ribuan pemudik dan wisatawan terjebak macet horor hingga 7 jam saat menuju kawasan pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Salah satu yang merasakan beratnya jalur wisata ini adalah Siti Suryati, wisatawan asal Puncak, Bogor. Berangkat dari rumahnya sejak subuh demi menghindari kepadatan, Siti justru harus menghabiskan hampir separuh harinya di dalam kendaraan.

"Berangkat jam setengah lima (pagi). Nyampe ke sini jam setengah dua belas pas," ungkap Siti saat ditemui di jalur Pantai Kebon Kalapa, Cisolok.

Waktu tempuh yang mencapai tujuh jam tersebut menunjukkan betapa parahnya sumbatan kendaraan di jalur utama Sukabumi. 

Siti menceritakan bahwa hambatan utama bukan berada di daerah asalnya, melainkan justru saat memasuki jalur menuju pesisir pantai selatan.

"Ya, jalur ke sini aja macetnya mah. Kalau dari Puncak mah biasa aja. Cuma ya namanya juga pagi-pagi," tuturnya.

 

Perjuangan 7 Jam Terbayar

Meski terjebak kemacetan yang mengular dari Simpang Bagbagan hingga pusat kota, Siti berusaha tetap tenang. Beruntung, ketiga anaknya yang sudah remaja tidak merasa terganggu dengan situasi di lapangan.

"Anak-anak nggak rewel, malah pada tidur. Orang kan udah pada dewasa. Yang satu udah kelas satu SMA, yang satu SMP kelas tiga, yang satu SMP kelas dua," tambah Siti menjelaskan kondisi keluarganya di tengah kemacetan.

Perjuangan menembus macet selama 7 jam ini terbayar saat ia akhirnya menginjakkan kaki di pasir pantai, meskipun ia mengaku suasana pantai terasa biasa saja baginya. Namun, bagi Siti, yang terpenting adalah momen kebersamaan keluarga.

"Biasa saja. Ya lumayan. Senanglah kalau sampai tujuan mah gitu, nggak ada penyesalan apa-apa," tutupnya.

Hingga sore hari, arus lalu lintas di kawasan Palabuhanratu masih terpantau padat merayap. 

Petugas kepolisian terus melakukan rekayasa arus di titik-titik simpul seperti Simpang Batusapi dan Simpang Gunung Butak untuk mengurai penumpukan kendaraan yang datang dari arah Sukabumi maupun Bogor dan Jakarta.