Bikin Resah, Konvoi Sekelompok Orang Bawa Sajam Blokade Jalur Sukabumi dan Gesek Senjata ke Aspal

Sekelompok orang membawa senjata tajam melakukan konvoi dan blokade jalan di kawasan Flyover Cibeureum, Kota Sukabumi

Diterbitkan 19 Maret 2026, 08:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aksi sekelompok orang bersenjata tajam (sajam) melakukan konvoi dan blokade jalan di kawasan Flyover Cibeureum, Kota Sukabumi, terekam kamera dashcam kendaraan warga.

Informasi dihimpun, insiden meresahkan itu terjadi pada Selasa malam (17/3/2026). Saksi mata di lokasi, Ahira (35), menceritakan detik-detik mencekam saat dirinya terjebak di tengah kerumunan massa tersebut.

Menurutnya, gerombolan motor itu mulai berkumpul dan mengibarkan bendera tak jauh dari jembatan pertigaan Warung Adang, Jalan RH Didi Sukardi, sebelum akhirnya menutup akses jalan.

"Mulai ngumpulnya itu sekitar 50 meter dari belokan. Setelah ngumpul, ya mulai konvoi, teriak-teriak, mulai buka bendera. Terus ada yang sudah mulai bawa sajam di situ," ungkap Ahira, dikonfirmasi Kamis (19/3/2026).

Ketakutan warga semakin memuncak saat para pelaku mulai melakukan aksi provokatif dengan senjata tajam mereka. Aksi tersebut bahkan terekam jelas oleh kamera pemantau (dashcam) milik kendaraan Ahira.

"Sajam yang kelihatan banget itu dipercikin ke aspal, jadi ada percikan api. Di situ saya sudah mulai wah, ini enggak benar. Mobil-mobil di belakang saya juga sudah mulai risih dan jaga jarak," tambahnya.

Bikin Pengguna Jalan Geram

Selama kurang lebih lima menit, kelompok tersebut menguasai jalan dan melakukan blokade jalan Flyover Cibeureum.

Ahira yang sedang membawa anak dan istrinya mengaku nyaris mengambil tindakan tegas karena geram melihat akses publik dikuasai secara sepihak.

"Jujur ya, ingin saya tabrak sebetulnya karena mobil saya juga off-road. Cuma saya ingat di dalam mobil ada anak istri, pasti mereka panik. Saya cuma riting-riting (lampu isyarat) saja terus, sampai akhirnya mereka bubar," tegasnya.

Hingga saat ini, warga mendesak polisi untuk meningkatkan patroli malam dan memasang CCTV di titik-titik rawan seperti Overpass Cibeureum. Warga khawatir jika tidak ada tindakan tegas, aksi serupa akan memicu bentrokan atau penyerangan terhadap pengendara yang melintas.