SPPG Cikole Sukabumi Minta Maaf Usai Viral Ikan Nila Mentah Masih Berdarah dan Berbau di Menu MBG

Buntut menu MBG tidak layak dikonsumsi itu, SPPG Cikole ditegur BGN.

Diterbitkan 13 Maret 2026, 06:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sukabumi- Pengelola Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Cikole Cisarua 2 meminta maaf usai beredarnya foto paket ikan nila mentah dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Kota Sukabumi. Ikan nila itu dikeluhkan karena masih berdarah dan berbau amis.

Kepala SPPG Cikole Cisarua 2, Ghiyats Tulus Pratama menjelaskan, menu ikan nila tersebut sebenarnya upaya inovasi untuk memberikan variasi nutrisi bagi para siswa. Namun, setelah dikeluhkan, SPPG Cikole berjanji akan mengevaluasi penyajian menu MBG.

"Sangat disayangkan kejadian ini. Tujuan kita sebetulnya tidak ada niat untuk lalai. Ini berawal dari rencana inovasi penggantian menu protein hewani yang biasanya ayam, kita coba ganti ke ikan nila," ujar Ghiyats saat memberikan klarifikasi, Rabu (11/3/2025).

Ghiyats memaparkan bahwa proses pengolahan ikan tersebut sejatinya telah mengikuti prosedur, mulai dari penerimaan bahan baku segar dari supplier, pencucian menggunakan jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis, hingga proses marinasi bumbu kuning dan pengemasan vakum (vacuum pack).

Namun, dia mengakui adanya hal yang terlewat dalam proses teknis sehingga memicu respons negatif di masyarakat.

"Ikan yang telah dimarinasi divakum dan kembali dimasukkan ke dalam freezer sebelum didistribusikan. Kami juga sudah mengirimkan flyer pedoman konsumsi kepada PIC di sekolah terkait tata cara penyimpanan dan pengolahannya," tambahnya.

Kompensasi bagi Sekolah

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pihak SPPG telah berkomunikasi dengan mitra penyedia dapur untuk memberikan kompensasi kepada pihak sekolah sebagai permohonan maaf resmi.

"Langkah selanjutnya, ini menjadi pembelajaran untuk tidak menggunakan menu-menu yang risikonya tinggi. Kami juga sudah melakukan klarifikasi dan permohonan maaf melalui media sosial SPPG Cikole Cisarua 2," tutup Ghiyats.

Menanggapi kegaduhan ini, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menyatakan telah mengambil tindakan tegas. Dia mengapresiasi personel di sekolah (PIC) yang langsung melaporkan temuan tersebut sehingga bisa segera ditangani.

"Satgas terus mengawasi jalannya program. PIC sekolah sudah melaksanakan tugas dengan baik. Ketika menu bermasalah, langsung hubungi Kasatpel SPPG. Tadi juga sudah ditegur oleh Wakil Kepala BGN," singkat Andri.

Keluhan Orang Tua Siswa

Orang tua siswa yang mendapat paket MBG tersebut, Umi, asal Ciaul, membenarkan bahwa anaknya membawa pulang paket makanan yang tidak biasa tersebut dari SPPG.

“Iya bener ada ikan nila mentah dua ekor dari MBG anakku hari ini,” ujar Umi kepada awak media, Kamis (12/3/2026).

Kekecewaan orang tua murid memuncak saat mendapati kondisi ikan yang sudah tidak segar. Ikan yang diduga awalnya dikirim dalam keadaan beku tersebut mencair dalam perjalanan pulang sekolah, sehingga mengeluarkan aroma tidak sedap saat tiba di rumah.

“Mungkin tadinya beku, tapi sampai di rumah sudah mencair lagi jadinya sedikit berbau. Malah ada wali murid yang bilang ikan kurang fresh (segar),” ungkap Umi.

Tak hanya ikan nila, paket MBG tersebut ternyata juga berisi mie ayam mentah yang masih harus direbus dan diolah sendiri oleh orang tua di rumah.

“Jadi sampai di rumah nggak disimpan di kulkas karena nggak bakal dikonsumsi. Akhirnya disambar kucing,” tambah dia.

Menurut Umi, hal ini dianggap kontradiktif dengan harapan program yang seharusnya memudahkan pemenuhan gizi siswa secara praktis tanpa membebani orang tua dengan proses memasak ulang.

Selain bahan mentah yang dipermasalahkan, paket yang ditujukan untuk persediaan beberapa hari ke depan tersebut juga menyertakan sejumlah bahan pelengkap lainnya.

Di dalam tas paket, terdapat dua buah jeruk, susu kemasan ukuran 250 ml dan 1 liter, satu pak stroberi, bolu pisang, serta kurma dalam kemasan.