Sengketa Lahan Parkir Berujung Penyerangan di Sukabumi, 5 Orang Kena Bacok

Penyerangan diduga dipicu sengketa lahan parkir ini mengakibatkan lima orang warga mengalami luka bacok.

Diterbitkan 10 Maret 2026, 19:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aksi penyerangan menggunakan senjata tajam terjadi di Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Insiden yang diduga dipicu sengketa lahan parkir ini mengakibatkan lima orang warga mengalami luka bacok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyerangan dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal di area parkir sebuah minimarket pada Senin sore (9/3/2026). Para pelaku dilaporkan membawa senjata tajam jenis samurai dan celurit saat melakukan aksinya.

Salah seorang saksi kunci sekaligus juru parkir di lokasi, Ferdiansyah alias Boim (40), menyebutkan bahwa peristiwa ini bermula dari kesalahpahaman terkait pengelolaan lahan parkir. Padahal, menurutnya, kedua belah pihak sebelumnya telah mencapai kesepakatan damai.

"Kami sudah sepakat untuk mengelola bersama, sudah clear. Namun, tiba-tiba kelompok IY datang menggunakan sepeda motor dan langsung menyerang rekan-rekan saya yang sedang berjaga," ujar Boim pada Selasa (10/3/2026).

Informasi dihimpun, akibat serangan mendadak tersebut, lima orang korban berinisial FF, HF, AH, OG, dan KK harus dilarikan ke Rumah Sakit Secapa untuk mendapatkan perawatan medis.

Korban FF dan HF dilaporkan mengalami luka paling parah di bagian kepala, dengan salah satunya menerima hingga 18 jahitan. Boim menduga ada pihak ketiga yang sengaja memprovokasi atau mengadu domba kedua belah pihak sehingga memicu aksi brutal tersebut. Pihaknya tidak melakukan penyerangan seperti yang dituduhkan oleh pihak lawan.

Situasi Kondusif

Polisi membenarkan adanya laporan terkait insiden berdarah tersebut. Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ade Ruli, menyatakan bahwa laporan resmi telah diterima pada Senin malam.

"Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan intensif. Jajaran Satreskrim sudah mengumpulkan keterangan saksi dan saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga melarikan diri," tegas Ade Ruli.

Hingga kini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan sudah kondusif, namun pihak kepolisian tetap mengimbau warga untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.