Mudik Lebaran 2026, Ini 39 Titik Rawan Longsor, Jalur Macet, dan Rawan Kecelakaan di Lampung

Mudik Lebaran menjadi momen yang paling dinantikan menjelang Idul Fitri. Namun sebelum mudik, ada baiknya untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Diterbitkan 09 Maret 2026, 15:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung memetakan puluhan titik rawan bencana, kemacetan, hingga kecelakaan di sepanjang ruas jalan nasional di Provinsi Lampung, menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pemetaan itu dilakukan sebagai langkah mitigasi agar perjalanan pemudik tetap aman dan lancar.

Kepala BPJN Lampung, Muhammad Ali Duhari mengatakan, jalan nasional di Lampung memiliki panjang sekitar 1.298 kilometer yang tersebar di 65 ruas. Jalur tersebut mencakup Lintas Timur, Lintas Tengah, hingga Lintas Barat Sumatera yang menjadi akses utama mobilitas pemudik setiap musim Lebaran.

"Pemetaan ini penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi gangguan di jalur-jalur mudik," kata Ali saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).

Berdasarkan hasil inventarisasi BPJN Lampung, terdapat sedikitnya 39 titik rawan longsor di sejumlah ruas jalan nasional. Kerawanan tersebut terutama berada di wilayah perbukitan dan jalur Lintas Barat Lampung yang memiliki karakteristik medan tebing serta berdekatan dengan kawasan hutan.

Beberapa ruas yang menjadi perhatian antara lain jalur Kota Agung-Bengkunat, Balimbing-Kota Agung Timur, hingga kawasan Bukit Kemuning. Ruas-ruas tersebut memiliki kontur jalan bertebing yang berpotensi longsor saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

"Lintas Barat menjadi kawasan dengan tingkat kerawanan paling tinggi karena kondisi jalannya berada di lereng perbukitan," sebutnya.

 

Jalur Macet dan Rawan Kecelakaan

Selain ancaman bencana, BPJN Lampung juga mencatat sedikitnya 15 titik rawan kemacetan. Lokasi tersebut umumnya berada di kawasan pasar tradisional, persimpangan jalan utama, serta wilayah perkotaan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.

Beberapa titik yang diprediksi mengalami kepadatan lalu lintas berada di kawasan Bandar Lampung dan Pringsewu.

Kepadatan juga berpotensi terjadi di ruas jalan menuju Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, yang menjadi pintu utama arus kendaraan dari Pulau Jawa menuju Sumatera.

Di sisi lain, BPJN Lampung juga mengidentifikasi lima titik rawan banjir di ruas jalan nasional. Genangan air di lokasi tersebut biasanya dipicu oleh tingginya intensitas hujan serta sistem drainase yang belum optimal.

Beberapa titik rawan banjir berada di wilayah Bandar Lampung, Lampung Tengah, hingga Pringsewu yang kerap mengalami genangan saat hujan deras.

Tidak hanya itu, BPJN juga mencatat empat titik rawan kecelakaan lalu lintas yang menjadi perhatian selama periode mudik Lebaran. Titik tersebut umumnya berada di jalur dengan kondisi tanjakan dan turunan tajam.

Lokasi rawan kecelakaan antara lain berada di ruas Tarahan-Katibung di jalur Lintas Tengah, Balimbing-Kota Agung Timur, hingga kawasan Tebing Batu di Lintas Barat Lampung.

“Karakteristik jalan yang sempit, tikungan tajam, dan jarak pandang terbatas menjadi faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan di ruas tersebut,” jelas Ali.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama arus mudik, BPJN Lampung menyiapkan sejumlah posko siaga Lebaran di titik-titik strategis. Sejumlah alat berat juga disiagakan guna mempercepat penanganan jika terjadi bencana atau kerusakan jalan.

Peralatan yang disiapkan antara lain dump truck, excavator, motor grader, hingga tandem roller yang dapat digunakan untuk menangani longsor, banjir, maupun perbaikan jalan.

Selain itu, BPJN Lampung juga melakukan sejumlah langkah pencegahan seperti pembersihan drainase, pengendalian tanaman di bahu jalan, serta pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan bencana.