Pagar Gedung Grahadi Rusak Imbas Demo Ricuh, Sekda Jatim Angkat Bicara

Sekda Jatim Adhy Karyono sesalkan perusakan pagar Gedung Grahadi saat demo ricuh.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 22:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menyesalkan perusakan Gedung Negara Grahadi yang terjadi saat aksi demonstrasi #IndonesiaSekarat di Surabaya, Jumat malam.

"Ini sangat disayangkan. Kami sedang berproses menyelesaikan perbaikan Grahadi yang setahun lalu juga sempat terbakar, tetapi sekarang kejadian seperti ini terulang lagi," kata Adhy Karyono.

Adhy menilai aparat keamanan sudah berusaha mengontrol situasi di lokasi agar kericuhan tidak semakin meluas. Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap berkomitmen untuk memperbaiki dan memulihkan bangunan bersejarah itu agar kembali berfungsi dengan baik.

Menurut Adhy, kerusakan Gedung Negara Grahadi merugikan warga Jawa Timur karena gedung tersebut merupakan simbol resmi pemerintahan provinsi.

"Kalau ada kerusakan di bangunan negara seperti ini, tentu menjadi kerugian bagi warga semua. Ini simbol Pemerintah Provinsi Jawa Timur," ujarnya.

Demo Ricuh

Sebelumnya, demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi berubah ricuh pada Jumat malam. Massa yang didominasi peserta berpakaian hitam melempar botol, batu, dan sejumlah benda ke arah petugas.

Selain itu, sebagian massa merusak pagar Gedung Negara Grahadi yang sedang direnovasi setelah mengalami kebakaran pada tahun lalu.

Aksi yang semula diisi penyampaian aspirasi memanas setelah massa membakar tumpukan sampah di Jalan Gubernur Suryo sehingga pengamanan di sekitar lokasi ditingkatkan.

Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya kemudian membubarkan massa setelah sebagian peserta aksi diduga melakukan perusakan pagar dan pelemparan yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat maupun peserta aksi.