Liputan6.com, Jakarta - Festival Cap Go Meh kembali menghidupkan denyut Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Jalan Diponegoro berubah rupa. Lampion berpendar. Aroma kuliner menguar. Riuh tawa menyatu dalam irama tabuhan tambur.
Sebanyak 55 stan kuliner serta produk lokal berdiri rapat sepanjang ruas jalan. Pekan Promosi dan Kuliner menjadi pembuka rangkaian Festival Cap Go Meh 2577 Kongzi. Peresmian dilakukan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Rabu malam 25 Februari 2026.
Festival berlangsung hingga 3 Maret 2026. Agenda budaya, pertunjukan seni, hingga arak naga bersinar tersusun rapi. Perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan Ramadan. Momentum ini memantik perhatian publik. Harmoni lintas iman teruji dalam ruang nyata.
Advertisement
Harmoni Kota Toleran
Badri (26), berdiri terpaku di tepi jalan. Sorot matanya mengikuti naga berinar meliuk pelan. Warga Desa Sungai Enau, Kabupaten Kubu Raya, rela menempuh jarak jauh demi momen tersebut.
“Pagi tadi saya ke sini pakai motor,” tutur Badri kepada Liputan6.com sambil menggenggam telepon pintar.
Ia tak henti merekam atraksi. Senyum merekah. “Seru sekali ini,” ucapnya singkat.
Potret Badri mencerminkan daya pikat festival. Tradisi tidak sekadar tontonan. Tradisi menjelma pengalaman personal. Ruang publik menjadi ruang temu lintas etnis.
Dalam sambutan pembukaan, Edi Rusdi Kamtono menegaskan makna perayaan.
“Ini menjadi sinyal bahwa kota ini ramah bagi siapa pun ingin berkreasi dan berkarya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mengandung pesan strategis. Pontianak memosisikan diri sebagai kota toleran. Identitas kota tidak dibangun lewat narasi kosong, melainkan praktik nyata. Perayaan budaya berlangsung selaras suasana Ramadan.
Dia menambahkan, atraksi disesuaikan dengan kondisi saling menghormati agama lain, khususnya bulan suci Ramadan.
"Kita memberi ruang bagi semua kegiatan berdampak pada ekonomi dan budaya,” kata Edi Rusdi Kamtono.
Kalimat tersebut menunjukkan kesadaran sosial. Pemerintah kota menata jadwal agar tidak berbenturan dengan waktu ibadah. Arak naga bersinar dimulai pukul sembilan malam. Waktu dipilih demi menghormati tarawih. Rute dipadatkan agar selesai sebelum sahur.
Kebijakan teknis mencerminkan pendekatan inklusif. Toleransi tidak berhenti pada slogan. Toleransi hadir dalam perencanaan detail.
Advertisement
Aset Budaya Ekonomi
Sebagai kota perdagangan dan jasa, Pontianak menggantungkan pertumbuhan pada sirkulasi ekonomi. Festival Cap Go Meh memberi ruang akselerasi. UMKM, kuliner, ekonomi kreatif memperoleh panggung promosi.
Sebanyak 55 stan kuliner berderet sepanjang Diponegoro. Produk lokal tampil berdampingan. Makanan khas Tionghoa, jajanan tradisional Melayu, hingga minuman kekinian menyatu dalam satu koridor. Interaksi ekonomi berlangsung dinamis.
Edi Rusdi Kamtono menegaskan, “Kebudayaan ini adalah aset. Ini menjadi bukti bagaimana tradisi bisa mendukung terciptanya kesejahteraan bagi seluruh warga.”
Pernyataan tersebut relevan secara ekonomi. Festival budaya memicu perputaran uang. Pengunjung datang, belanja terjadi, transaksi mengalir. Efek berganda terasa pada sektor transportasi, parkir, perhotelan, hingga jasa dokumentasi.
Agenda arak naga bersinar direncanakan melintasi Jalan Gajahmada. Rute dimulai dari depan Hotel Avara menuju Jalan Budi Karya. Panggung utama berada di depan Hotel Harris. Titik tersebut dipilih karena akses luas serta kapasitas massa memadai.
Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Pontianak, Hendri Pangestu Lim, menjelaskan rangkaian kegiatan lanjutan. Pembukaan dilanjutkan dengan agenda buka mata pada 1 Maret 2026.
Sejak pukul enam pagi, 49 naga menjalani prosesi di Klenteng Kwang Tie Bio, Jalan Diponegoro. Prosesi sakral menjadi inti spiritual perayaan.
“Naga bersinar mulai jam sembilan malam, karena menghormati saudara muslim kita tarawih. Rutenya dimulai dari depan Hotel Avara sampai Jalan Budi Karya, dengan panggung utama di depan Hotel Harris,” kata Hendri Pangestu Lim.
Dia juga menambahkan rute dipersingkat agar arakan selesai sebelum sahur. “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kelancaran festival tahun ini,” katanya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan manajemen risiko sosial. Panitia memahami sensitivitas waktu Ramadan. Perencanaan matang mencegah gesekan horizontal.
Naga Bersinar di Malam Ramadan
Simbol naga dalam budaya Tionghoa merepresentasikan kekuatan, harapan, serta keberuntungan. Dalam konteks Pontianak, naga bersinar memiliki dimensi tambahan. Ia menjadi metafora persatuan.
Ketika 49 naga bergerak serentak, publik menyaksikan kolaborasi puluhan kelompok seni. Koordinasi ketat dibutuhkan. Satu kesalahan kecil dapat memicu kekacauan barisan. Disiplin menjadi kunci.
Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzi hadir bukan sekadar ritus tahunan. Momentum ini membuktikan kohesi sosial Pontianak. Kota khatulistiwa tersebut dihuni beragam etnis. Melayu, Tionghoa, Dayak, Bugis, Madura, Jawa hidup berdampingan.
Perjumpaan budaya dalam festival memperkuat imajinasi kolektif tentang kota toleran. Identitas kota terbentuk melalui praktik keseharian. Ruang publik menjadi panggung representasi nilai bersama.
Secara sosiologis, festival budaya berfungsi sebagai perekat sosial. Interaksi antarwarga memperluas jejaring. Dialog terjadi tanpa forum formal. Percakapan lahir dari transaksi sederhana di stan kuliner.
Dari sisi pariwisata, festival memperkuat citra destinasi. Wisatawan domestik tertarik pada keunikan arak naga bersinar. Potensi kunjungan meningkat, khususnya saat momentum Imlek dan Cap Go Meh beririsan Ramadan.
Festival Cap Go Meh 2026 memberi gambaran konkret. Tradisi, ekonomi, serta toleransi dirajut dalam satu rangkaian. Jalan Diponegoro tidak sekadar koridor lalu lintas. Ia berubah menjadi etalase identitas kota.
Badri, dengan kamera telepon pintarnya, menjadi saksi perubahan ruang itu. Ia datang dari desa, menyaksikan kota berpendar. Pengalaman personal tersebut menegaskan daya magnet festival.
Dalam perspektif pembangunan kota, kebudayaan bukan ornamen tambahan. Kebudayaan berfungsi sebagai fondasi identitas. Ketika identitas kuat, kohesi sosial menguat. Ketika kohesi terjaga, stabilitas ekonomi terbangun.
Cap Go Meh Pontianak 2026 membuktikan tesis tersebut. Perayaan berjalan selaras Ramadan. Atraksi disesuaikan. Rute dirancang cermat. Waktu dipilih penuh pertimbangan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302208/original/030738800_1784536511-Screenshot_2026-07-20_150334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507012/original/063330600_1771481312-baznas_ramadan_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513897/original/028117700_1772075762-Cap_Go_Meh_Pontianak_Harmoni_Budaya_Bernilai_Ekonomi_Pulau_Kalimantan_bagian_barat.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371916/original/035165000_1476267322-Pontianak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8958382/original/057994000_1782975107-d2i37hHOjAl6NWQnuiHk1tZDUlAeBeIy8i4paTSL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542693/original/058270400_1774950684-IMG_2984.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529560/original/069840500_1773370657-BRI_Imlek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301608/original/075036800_1784503489-TORRES_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301667/original/044600200_1784511418-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258400/original/000932100_1781342638-063_2281325777.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163925/original/080587200_1742089761-madrid_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293816/original/090553700_1783751992-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302437/original/062865000_1784549461-Argentina_s_Lionel_Messi__10__takes_a_corner_watched_by_Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302430/original/022838000_1784547974-FIFA_President_Gianni_Infantino__left__and_President_Donald_J._Trump__center__congratulate_Spain_s_Pau_Cubars__.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302353/original/019992900_1784542330-000_C2LP6JB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5519903/original/026625600_1772600764-ratusan-umat-muslim-buka-puasa-di-klenteng-hok-tek-bio-purwokerto-1177a9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519594/original/058794300_1772586090-presidenri.go.id-03032026222834-69a6fe22a3a937.22771835.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519332/original/086521200_1772547483-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519214/original/017759200_1772536498-IMG_7561.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513897/original/028117700_1772075762-Cap_Go_Meh_Pontianak_Harmoni_Budaya_Bernilai_Ekonomi_Pulau_Kalimantan_bagian_barat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516741/original/051142200_1772345013-Screenshot_2026-03-01_125911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4314508/original/012967400_1675648340-Cap_Go_Meh_Bogor-IQBAL_12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513879/original/091814800_1772074967-Potongan_video_WN_Ukraina_diduga_diculik_di_Bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516308/original/038981800_1772279779-Kerja_Sama_Strategis_Indonesia_-_Jerman_Diperkuat_di_Frankfurt.jpg.jpeg)