Liputan6.com, Jakarta - Anggota Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menangkap pria berinisial BP di rumahnya di wilayah Monjok Baru, Kota Mataram, Senin (26/1) malam. Dia diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap ibu kandung. Jenazah ibunya hangus terbakar dalam tumpukan sampah di pinggir jalan raya wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
"Terhadap pelaku sudah kami amankan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Komisaris Besar Polisi Arisandi melalui pernyataan yang diterima di Mataram, Selasa (27/1/2026). Dilansir Antara.
Kepala Bidang Humas Polda NTB Komisaris Besar Polisi Mohammad Kholid menjelaskan motif pelaku berinisial BP membunuh ibu kandung berinisial YRA hingga membakar dan membuang jasadnya di pinggir jalan.
Advertisement
"Jadi, pelaku merasa sakit hati karena minta uang kepada ibunya, akan tetapi tidak diberikan oleh ibunya, sehingga sakit hati dan lakukan pembunuhan," kata Mohammad Kholid dalam konferensi pers di Mapolda NTB, Mataram.
Kholid menerangkan bahwa uang yang diminta pelaku kepada almarhum sebanyak Rp 39 juta. ”(Uang) Rp39 juta yang dimintakan untuk bayar utang," ucapnya.
Kepolisian sudah melakukan serangkaian pengumpulan data lapangan sebagai langkah awal penyelidikan. Barang bukti yang diduga kuat ada kaitan dengan jenazah di sekitar lokasi temuan turut diamankan kepolisian, seperti plastik pembungkus paket bekas, botol mineral berisi sisa cairan hijau diduga bahan bakar jenis pertalite, dan tali nilon yang ditemukan di bawah jenazah.
Terancam Pidana Mati atau 20 Tahun Penjara
Dari hasil pemeriksaan, lanjut Kholid, penyidik Subdit III Jatanras Reskrimum Polda NTB telah menetapkan pelaku sebagai tersangka dan melakukan penahanan. Penyidik dalam kasus ini menerapkan Pasal 458 ayat (2) KUHP dan/atau Pasal 459 KUHP.
Kholid menjelaskan bahwa dalam Pasal 458 ayat (1) KUHP ini mengatur tentang perbuatan seseorang yang dengan sengaja merampas nyawa orang lain dapat dipidana dengan hukuman penjara paling lama 16 tahun.
"Untuk ayat 2, itu mengatur tentang perbuatan pidana atas perbuatan merampas nyawa ibu, ayah, suami, istri, atau anak kandung, maka dapat dipidana dengan ditambah sepertiga dari ancaman hukuman pada ayat 1," ujar Kholid.
Selanjutnya, untuk Pasal 459 KUHP ini berkaitan dengan aturan pidana atas aksi pembunuhan berencana.
"Ancaman hukumannya dapat dipidana mati, seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara," katanya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485286/original/011141700_1769501863-penangkapan-pelaku-pembunuhan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4899487/original/059535400_1721739034-20240723-Penjagaan_Bangladesh-AFP_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1592251/original/098062600_1494590046--mayat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8669810/original/074257300_1782706469-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_11.12.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630719/original/008535700_1782628769-1001405252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8626046/original/000800700_1782620767-1001405252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621601/original/079623000_1782613512-1001405263.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8531278/original/049125200_1782464148-372632.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8433303/original/012083200_1782323882-IMG_20260624_233149.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263990/original/053000400_1782043355-IMG_20260621_164329.jpg)