Update Longsor Cisarua Bandung Barat: 16 Kantong Jenazah Dievakuasi, 7 Teridentifikasi

Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, proses pencarian dan identifikasi korban di lokasi masih terus berlangsung oleh tim gabungan. Sejumlah jenazah pun telah berhasil diketahui identitasnya.

Diterbitkan 25 Januari 2026, 17:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi sebanyak 16 kantong jenazah korban terdampak bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat juga telah berhasil mengidentifikasi identitas beberapa jenazah.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, proses pencarian dan identifikasi korban di lokasi masih terus berlangsung oleh tim gabungan. Sejumlah jenazah pun telah berhasil diketahui identitasnya.

"Dari 16 kantong jenazah tersebut, sebanyak 7 telah berhasil diidentifikasi, sementara 8 lainnya belum teridentifikasi atau masih dalam proses identifikasi,” kata Hendra, Minggu (25/1/2026).

Hendra mengatakan, tujuh korban yang telah teridentifikasi merupakan warga terdampak bencana dengan rentang usia produktif hingga lanjut usia. Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan medis forensik, pencocokan data ante mortem, serta koordinasi dengan pihak keluarga korban.

Sementara itu, jenazah yang belum teridentifikasi telah diambil sampel DNA dan untuk sementara disimpan di RSUD Cibabat, Kota Cimahi. Langkah ini dilakukan guna menjaga kondisi jenazah sekaligus mempercepat proses pencocokan identitas dengan data keluarga yang dilaporkan kehilangan anggota keluarganya.

 

Tahapan Identifikasi Dilakukan Hati-hati

Menurut Hendra, seluruh tahapan identifikasi dilakukan dengan kehati-hatian tinggi demi menjunjung nilai kemanusiaan dan memastikan tidak terjadi kekeliruan dalam penetapan identitas korban.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada korban dan keluarga, agar proses identifikasi berjalan cepat, akurat, dan bermartabat,” kata dia.

Selain itu, kata Hendra, Polda Jawa Barat juga memastikan pelayanan kesehatan bagi para pengungsi tetap berjalan.

 

Pos Kesehatan Disiagakan

Pos kesehatan disiagakan di sejumlah titik pengungsian untuk memantau kondisi warga terdampak sekaligus mencegah munculnya penyakit pascabencana.

“Kami ingin memastikan para pengungsi mendapatkan layanan kesehatan yang layak, sekaligus mendukung pemulihan kondisi pascabencana,” ucap Hendra.