Rumah Nyaris Ambruk di Bantaran Ciliwung, Motor Sempat Terbawa Longsor

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.40 WIB saat hujan deras melanda wilayah Depok.

Diterbitkan 27 Mei 2026, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok melakukan evakuasi terhadap rumah yang longsor di Jalan HM Tohir, Pondok Cina, Depok. Peristiwa itu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Depok pada Selasa (26/5/2026) sore.

Akibat longsor tersebut, satu rumah warga terdampak dan sebuah sepeda motor sempat terbawa longsoran di bantaran Sungai Ciliwung.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Damkar Kota Depok, Denny Romulo membenarkan adanya rumah warga yang terdampak longsor. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.40 WIB saat hujan deras melanda wilayah Depok.

“Satu rumah longsor disebabkan tanah di bantaran sungai Ciliwung terkikis,” ujar Denny, Selasa (26/5/2026) malam.

Denny menjelaskan, setelah menerima laporan, Damkar Kota Depok langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan. Setibanya di lokasi, petugas mendapati bagian sisi rumah yang berbatasan langsung dengan bantaran Sungai Ciliwung mengalami longsor.

“Sisi rumah yang berhadapan langsung dengan bantaran sungai Ciliwung yang terkena longsor,” jelas Denny.

Longsor diduga terjadi akibat pergeseran tanah yang dipicu hujan deras serta minimnya pohon penyangga di sekitar bantaran sungai. Selain itu, satu sepeda motor milik warga juga sempat terbawa longsoran.

“Anggota kami turut mengevakuasi sepeda motor yang terkena longsor,” terang Denny.

Petugas Damkar menggunakan sejumlah peralatan untuk mengevakuasi sepeda motor tersebut. Proses evakuasi memakan waktu sekitar dua jam karena jarak antara rumah dan daratan di aliran Sungai Ciliwung cukup tinggi.

“Butuh ekstra hati-hati saat evakuasi motor, dikhawatirkan terjadi pergerakan longsor susulan,” ucap Denny.

Denny memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri saat longsor terjadi.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka, nihil,” ungkap Denny.

 

Minta Penghuni Mengungsi

Untuk sementara waktu, Damkar Kota Depok meminta penghuni rumah mengungsi ke rumah saudara atau kerabat guna mengantisipasi longsor susulan akibat meningkatnya debit Sungai Ciliwung.

“Kami meminta untuk tidak menempati rumah dahulu, dikhawatirkan apabila sungai Ciliwung deras, dapat berpotensi menggerus tanah yang longsor,” tutur Denny.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kota Depok, Jawa Barat selama sekitar dua jam, mulai pukul 16.00 WIB hingga 18.05 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang banjir dan kendaraan kesulitan melintas.

Salah seorang warga, Uswatun, mengatakan banjir terjadi di Jalan Keadilan Raya, Sukmajaya, akibat tingginya curah hujan pada Selasa sore.

“Ketinggian air diperkirakan mencapai 40 sentimeter,” ujar Uswatun, Selasa (26/5/2026).

Menurut dia, banyak pengendara sepeda motor nekat melintasi genangan banjir. Akibatnya, sejumlah kendaraan mengalami mogok dan harus didorong.

“Tadi ada tiga motor mogok karena banjir, terpaksa didorong,” jelas Uswatun.

Ia menduga banjir di Jalan Keadilan Raya dipicu tingginya debit air hujan dan buruknya saluran drainase di kawasan tersebut.

“Kalau hujan deras pasti banjir, air masuk saluran sepertinya terhalang,” ucap Uswatun.

Uswatun juga menduga saluran air tersumbat oleh tumpukan sampah sehingga aliran air tidak berjalan lancar dan memicu banjir.

“Kayaknya saluran airnya terhalang sampah, karena kalau hujan deras pasti banjir di sini,” terang Uswatun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6