Situbondo Diterjang Banjir Bandang, Ribuan Rumah di 5 Kecamatan Terendam

​Lima kecamatan yang terdampak langsung oleh amukan air ini meliputi Kecamatan, Besuki, Banyuglugur, mlandingan, Bungatan, dan Kendit.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 16:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banjir bandang yang menerjang wilayah Situbondo, mengakibatkan ribuan rumah terendam dan rusak. Berdasarkan data sementara dari Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, ribuan rumah di lima kecamatan tergenang air setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 17.30 WIB, Rabu (21/1/2026) malam.

​Lima kecamatan yang terdampak langsung oleh amukan air ini meliputi Kecamatan, Besuki, Banyuglugur, mlandingan, Bungatan, dan Kendit.

Menurut Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriono, ​Kecamatan Besuki mencatatkan kerusakan materil paling banyak. Di Desa Pesisir, tercatat sebanyak 2.822 rumah warga terendam air, dengan dampak terbesar berada di Dusun Petukangan 678 rumah dan Dusun Gudang 546 rumah.

​"Selain Desa Pesisir, dampak besar juga dirasakan di Desa Besuki dengan total 2.306 rumah terdampak, serta Desa Kalimas dan Desa Demung yang menambah daftar panjang kerugian di sektor pemukiman," ujar Puriono, Kamis (22/1/2026).

​Kata Puriono, tidak hanya Besuki, wilayah barat Situbondo lainnya juga terdampak banjir bandang. Di Kecamatan Banyuglugur, tepatnya Di Desa Lubawang, sebanyak 440 rumah terendam.

"Sementara di Desa Kalianget, selain 27 rumah terdampak, warga melaporkan kehilangan 8 ekor ternak kambing yang hanyut terbawa arus," tambahnya

Sementara itu, di Kecamatan Malndingan, sebanyak 169 rumah di Dusun Pesisir, Desa Selomukti, terendam banjir yang berdampak pada 446 jiwa.

Sedangkan di Kecamatan Bungatan dan Kendit Di Desa Mlandingan Wetan tercatat 113 rumah terdampak, sedangkan di Kecamatan Kendit, total 154 rumah warga di lima kampung dilaporkan kemasukan air.

 

Cuaca Ekstrem

​"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi. Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Situbondo," tambahnya

"Untuk Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kami melalui tim TRC terus mendata dan memperbaharui data di lapangan," paparnya.

 

Koordinasi

​Puriono menambahkan, Pemerintah Kabupaten Situbondo kini tengah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BNPB untuk langkah penanganan darurat lebih lanjut bagi para penyintas banjir.

"Kami masih berkoordinasi dengan BPBD Jatim dan BNPB terkait penanganan lebih lanjut," pungkasnya.