Fenomena Super Moon, BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Lampung 3-9 Desember 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Panjang mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang mengancam wilayah pesisir Provinsi Lampung dipicu Super Moon.

Diterbitkan 02 Desember 2025, 19:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Panjang mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang mengancam wilayah pesisir Provinsi Lampung. Ancaman ini berlaku selama sepekan, mulai 3 hingga 9 Desember 2025.

Prakirawan BMKG Maritim Panjang, Eka Suci menjelaskan, potensi meningkatnya ketinggian air laut dipicu fenomena super moon, yakni posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi dan bertepatan dengan fase purnama pada 4 Desember 2025.

“Super moon ini dapat memicu pasang air laut lebih tinggi dari biasanya. Karena itu, masyarakat di wilayah pesisir kami imbau untuk lebih waspada terhadap potensi banjir rob selama periode tersebut,” kata Eka Suci, Selasa (2/12/2025).

Fenomena astronomis tersebut diprediksi menimbulkan lonjakan pasang air laut yang signifikan sehingga berpotensi menyebabkan banjir pesisir di sejumlah titik rawan.

Sejumlah daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Pesisir Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Pesisir Timur Lampung, dan Pesisir Barat.

“Informasi peringatan dini pasang maksimum ini berlaku hingga 9 Desember 2025. Mohon menjadi perhatian serius bagi masyarakat yang sering terdampak banjir rob,” jelasnya.

 

Ganggu Aktivitas Masyarakat Pesisir

Tak hanya mengancam permukiman, banjir rob diperkirakan akan mengganggu aktivitas penting masyarakat pesisir, mulai dari bongkar muat di pelabuhan, melaut, hingga arus lalu lintas di kawasan rendah yang dekat dengan bibir pantai.

“Kami meminta nelayan, pekerja pelabuhan, hingga warga yang bermukim di wilayah pesisir untuk terus memantau informasi resmi BMKG serta menghindari aktivitas berisiko saat pasang maksimum,” katanya.

BMKG juga mengimbau pemerintah daerah agar meningkatkan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan kondisi terburuk akibat fenomena ini.

“Kami berharap masyarakat tetap waspada dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir rob,” tutup dia.