Jelang Muktamar X, PPP Kepri Dukung Mardiono Jadi Ketum Definitif

Fadil percaya, Mardiono sudah bertekad membesarkan PPP dan mengembalikan kejayaan PPP kembali masuk Senayan di Pemilu 2029.

Diperbarui 18 September 2025, 11:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan satu suara mendukung Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono sebagai ketua umum definitif periode 2025-2030 dalam Muktamar X mendatang.

Hal itu disampaikan Plt Ketua DPW PPP Kepri Muhammad Fadli usai pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) yang digelar pada 17 September 2025 dan diikuti seluruh DPC kabupaten/kota se-Kepri.

"Alhamdulillah, baru saja kami selesai melaksanakan Mukerwil. Semua DPC sepakat memberikan pandangan umum, yang akan kami bawa sebagai pandangan DPW Kepri pada Muktamar 27-29 September nanti," kata Fadli dalam keterangan pers.

Fadli menegaskan, Mukerwil menyepakati dua poin. Pertama, mendukung program pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Kedua, menyukseskan Muktamar X PPP sekaligus mengantarkan Muhammad Mardiono menjadi ketua umum definitif.

"Kenapa kami mendukung Pak Mardiono? Karena bagi kami, tidak ada calon yang lebih baik. Beliau kader tulen, loyal, dan sudah terbukti pengorbanannya untuk partai," yakin Fadli.

Fadil percaya, Mardiono sudah bertekad membesarkan PPP dan mengembalikan kejayaan PPP kembali masuk Senayan di Pemilu 2029.

"Beliau sejak awal bersama PPP, siap lahir dan batin untuk membesarkan partai. Harapan kami, Muktamar 27 September nanti sukses dan Pak Mardiono terpilih sebagai ketua umum definitif," tegas Fadli.

 

Musyawarah Kerja

Sementara itu, Ketua Bapilu DPP PPP, Tengku Amri Ali yang turut hadir mengatakan, musyawarah kerja wilayah PPP Kepulauan Riau berjalan baik.

"Karena setiap ketua dan sekretaris DPW serta ketua dan sekretaris DPC PPP itu mengemban amanah di dalam arena muktamar untuk menyampaikan aspirasi. Nah aspirasi yang disampaikan itu tidak aspirasi pribadi, tetapi aspirasi partai yang diwakili oleh mereka ini yang muncul dari segenap pengurus dan kader partai," kata dia.

"Nah, aspirasi inilah yang akan dibawa ke arena muktamar untuk menjadi legal, baik secara politik maupun hukum," imbuhnya menutup.