Kasus Kematian Mertua di Rumah Menantu, Warga Sempat Dengar Teriakan Minta Tolong

Warga Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, digegerkan dengan penemuan seorang wanita paruh baya berinisial IR (56) tewas bersimbah darah di rumah menantunya berinisial AR, Senin (15/09/2025).

Diperbarui 16 September 2025, 22:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Warga Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, digegerkan dengan penemuan seorang wanita paruh baya berinisial IR (56) tewas bersimbah darah di rumah menantunya berinisial AR, Senin (15/09/2025).

Warga sempat mendengar teriakan AR meminta tolong. AR mengaku melihat mertuanya tergeletak bersimbah darah di kamar mandi rumah sekitar pukul 16.30 WIB.

"Warga dengar ada suara teriakan, katanya ada yang bunuh diri. Itu yang nemuin pertama memang menantunya," ujar warga bernama Imam.

Namun, usai kejadian, warga sempat tak melihat keberadaan AR.

Sosok AR, menantu korban yang juga orang pertama menemukan jasad IR, disebut warga tertutup dan jarang bergaul dengan lingkungan sekitar.

"Jarang lihat dia (AR), padahal udah lumayan lama tinggal di sini. Kalau almarhumah itu mertuanya, baru tiga hari nginap di rumah itu," kata Supriyadi, warga setempat.

Menurut keterangan warga, keseharian AR bekerja menjual air mineral. Dia tinggal bersama istri dan seorang anak balitanya. Namun, AR disebut jarang terlihat di rumah dan kurang bersosialisasi dengan tetangga.

"Iya jarang kumpul sama warga. Tukang paket saja sering bilang rumahnya kosong," tambah Supriyadi.

Ketua RT 09 Durian Payung, Ainun, mengatakan laporan pertama kali ia terima dari warga yang mendengar AR berteriak meminta tolong.

"Warga telepon saya, katanya ada bunuh diri di dalam rumah. Sebelumnya juga dengar suara teriakan si AR karena nemuin mertuanya meninggal," ujar Ainun.

Ainun juga menyebut selama tinggal di wilayah tersebut, AR tak pernah melapor atau menyerahkan data kependudukan.

"Korban ini bukan warga sini. Kalau AR memang tinggal di sini, tapi tidak pernah laporan, fotokopi KTP atau KK saja enggak pernah kasih," tegasnya.

Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Kini jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk pemeriksaan forensik. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian IR, termasuk menggali keterangan dari pihak keluarga dan warga sekitar.

“Saat ini Inafis sedang bekerja di TKP dan proses visum juga dilakukan. Kami akan memeriksa saksi-saksi maupun pihak keluarga almarhumah. Terkait luka yang dialami korban, masih terus kami dalami,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Faria Arista.