Nasib Pilu Kakek Jasmin, Meninggal Seorang Diri dalam Rumah

Saat mendatangi lokasi, Nurdiansyah juga melihat banyak lalat beterbangan di sekitar pintu

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 16:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bau menyengat yang menguar dari sebuah rumah di Gang Mawar 1, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, memecah sunyi yang selama beberapa hari menyelimuti tempat itu.

Di balik pintu yang terkunci dari dalam, seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Jasmin (69) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi jasad telah membusuk.

Korban ditemukan pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di rumahnya di Jalan Hayam Wuruk, Gang Mawar 1 Nomor 11.

Kasi Humas Polresta Bandar Lampung AKP Agustina Nilawati mengatakan, penemuan jasad bermula dari kecurigaan keponakan korban, M. Nurdiansyah (26), yang mencium bau tidak sedap dari dalam rumah.

Saat mendatangi lokasi, Nurdiansyah juga melihat banyak lalat beterbangan di sekitar pintu, sementara rumah dalam keadaan terkunci dari dalam.

Karena khawatir terjadi sesuatu, Nurdiansyah kemudian meminta bantuan Ketua RT dan petugas Linmas untuk membuka pintu rumah.

"Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam posisi terlentang di lantai rumah. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia dan jenazahnya telah mengalami pembusukan," kata Agustina, Kamis (6/8/2026).

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan Polsek Tanjungkarang Timur. Polisi bersama Tim Inafis Polresta Bandar Lampung langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan hanya mengenakan celana pendek tanpa mengenakan baju. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan secara kasat mata maupun barang milik korban yang hilang.

"Berdasarkan keterangan keluarga, Jasmin diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi," ujar Agustina.

 

Kesaksian Keluarga

Menurut keterangan keluarga, sekitar sepekan sebelum ditemukan meninggal, korban sempat terjatuh dan mengalami muntah-muntah di sekitar rumah. Korban kemudian menjalani pengobatan di sebuah klinik tradisional sebelum kembali ke rumah pada Minggu (2/8/2026).

Saksi terakhir kali melihat korban pada Senin (3/8/2026) siang saat membeli makanan. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Abdul Moeloek untuk menjalani visum luar.

Meski dugaan sementara korban meninggal akibat sakit, polisi memastikan penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kematian dan memastikan tidak ada unsur tindak pidana.

"Hasil olah TKP tidak menemukan indikasi kekerasan. Namun polisi masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut," kata Agustina.