247 Siswa di Lampung Keracunan Diduga Akibat Makanan Tercemar Bakteri E.coli, Dapur MBG Ditutup Sementara

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung menemukan sejumlah pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) pada dapur penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukabumi.

Diperbarui 10 September 2025, 05:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung menemukan sejumlah pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) pada dapur penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukabumi. Kondisi itu diduga kuat menjadi pemicu kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa beberapa waktu lalu.

“Kami menemukan banyak kejanggalan dalam proses penyimpanan hingga pengolahan makanan,” kata Kepala Dinkes Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, saat hearing bersama DPRD Bandar Lampung, Selasa (9/9/2025).

Muhtadi bilang, tata letak dapur MBG jauh dari standar. Salah satunya, freezer penyimpanan bahan makanan diletakkan berdekatan dengan kompor.

Ada Cemaran Bakteri E. coli

Selain itu, makanan disimpan dalam kardus sebelum dimasukkan ke dalam freezer, sementara petugas tidak menggunakan pakaian kerja yang higienis.

Tim Dinkes juga menemukan adanya cemaran bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sampel makanan. Muhtadi menjelaskan, bakteri ini umumnya berasal dari air yang tidak bersih atau tercemar tinja.

“Dengan kondisi seperti itu, jelas MBG ini tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan,” tegasnya.

Produksi MBG Dihentikan

Menanggapi temuan tersebut, Ketua Yayasan Amanah Barokah selaku penyelenggara MBG, Asri Pujiati, menyatakan pihaknya menghentikan sementara produksi dan berkomitmen memperbaiki standar kebersihan.

“Produksi MBG kami hentikan dulu setelah kasus keracunan ini. Ke depan kami akan perbaiki semua kesalahan dan meningkatkan standar,” ujar Asri.

Diketahui, kasus dugaan keracunan makanan tersebut menimpa siswa SMPN 31 Bandar Lampung dan SDN 2 Sukabumi pada Jumat (29/8/2025).

Dinkes mencatat, dari total 247 siswa keracunan MBG, 12 orang di antaranya sempat dirawat di rumah sakit dan puskesmas. Ratusan siswa lainnya menjalani rawat jalan dengan keluhan mual, muntah, dan pusing.