Asu Baung dan Asu Panting, Legenda Manusia Serigala Lokal

Asu baung merupakan manusia serigala dari Jawa Timur, khususnya Madura. Sementara asu panting merupakan manusia serigala dari Pulau Sulawesi.

Diterbitkan 03 Juli 2025, 03:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Mitologi werewolf atau manusia serigala sudah ada sejak zaman kuno. Meski sebagian besar ceritanya berasal dari Eropa, tetapi ternyata di Indonesia juga ada legenda siluman serigala bernama asu baung dan asu panting.

Asu baung merupakan manusia serigala dari Jawa Timur, khususnya Madura. Sementara asu panting merupakan manusia serigala dari Pulau Sulawesi.

Asu Baung

Asu baung memiliki tubuh serupa manusia dengan kepala serigala atau anjing. Tubuhnya juga dipenuhi bulu yang membuat wujud asu baung semakin menyeramkan. Belum lagi, terdapat cakar tajam pada tangan dan kakinya.

Dalam bahasa Jawa, asu berarti anjing. Sementara nama baung berasal dari suara mengerikan yang keluar dari makhluk ini.

Suaranya yang menggelegar kerap kali terdengar saat malam hari. Suara tersebut memecah keheningan malam di desa-desa, sehingga menciptakan suasana yang mencekam.

Konon, seseorang yang tak sengaja melihat asu baung akan terkena penyakit mematikan. Asu baung juga akan menggunakan cakarnya untuk menyerang korban dengan cara merobek dan meminum darah mereka.

Beberapa warga sempat pernah mencoba menangkap asu baung dengan berbagai cara, termasuk berjaga malam hingga memasang jebakan. Namun, usaha tersebut tak pernah membuahkan hasil. Asu baung yang tak pernah bisa ditangkap dan membuat keberadaannya menjadi semakin misterius.

 

Asu Panting

Kisah serupa asu baung juga terdapat di kehidupan masyarakat Bugis yang tinggal di Pulau Sulawesi. Masyarakat Bugis mengenal asu panting, sang manusia serigala yang memiliki kemampuan berlari sangat cepat.

Asu panting memiliki bentuk yang cukup unik. Dua kaki depannya lebih pendek dari kaki belakang, sehingga wujudnya lebih mirip kangguru.

Sama seperti asu baung, asu panting juga memiliki suara lolongan yang menggelar dan menyeramkan. Suaranya kerap terdengar saat malam hari, tetapi wujudnya jarang ditemukan.

Asu panting memiliki bulu halus yang bahkan tak terlihat oleh mata telanjang. Konon, seseorang yang tak sengaja menginjak bulu tersebut akan mengalami bengkak pada bagian kaki yang sulit disembuhkan.

Hingga kini, kisah asu baung di Jawa Timur dan asu panting di Sulawesi terus hidup dalam masyarakat setempat. Kisah legenda ini menjadi cerita turun temurun yang hidup berdampingan bersama masyarakat.

Penulis: Resla