Liputan6.com, Kutai Barat - Perahu kayu bermesin tempel melaju membelah Sungai Kelian berarus deras. Ukuran perahu tak besar, hanya cukup muat satu orang yang duduk berjejer ke belakang.
Seorang motoris di bagian belakang sigap mengarahkan perahu kayu itu membelah sungai menuju hulu sungai. Penumpangnya bukan warga biasa, melainkan tim Unit Idik II Satreskrim Polres Kutai Barat.
Sasarannya adalah aktivitas tambang emas ilegal. Usai menyusuri sungai, tim ini tiba di Kampung Tutung, Kecamatan Linggang Bigung dan langsung menuju lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas penambangan emas ilegal (PETI).
Advertisement
Operasi yang berlangsung pada Minggu (8/6/2025) itu berhasil mengungkap praktik tambang ilegal yang meresahkan masyarakat. Seorang pelaku berinisial R berhasil diamankan, bersama dengan barang bukti utama berupa satu unit alat berat jenis ekskavator Hitachi PC 200 berwarna oranye.
Kepala Satreskrim Polres Kutai Barat Iptu Rangga Asprilla Fauza menegaskan operasi ini dilakukan sebagai respon cepat terhadap keresahan masyarakat dan kerusakan lingkungan akibat PETI.
“Kami menurunkan tim menyusuri Sungai Kelian menggunakan perahu kecil. Medannya berat, arus cukup deras, dan lokasi tambang tidak bisa diakses lewat jalur darat biasa,” jelas Rangga.
“Setibanya di lokasi, alat berat ditemukan masih berada di area aktif tambang. Tersangka R berada di sekitar lokasi dan langsung kami amankan,” lanjutnya.
Rangga mengatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 158 jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
“Penambangan tanpa izin adalah tindak pidana. Siapa pun yang melanggar akan kami tindak sesuai hukum. Tidak ada kompromi untuk kerusakan lingkungan,” tegasnya.
Warga Geram, Sungai Tercemar Merkuri
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/4961362/original/075505300_1728218108-Kampung_Besiq_di_Pedalaman_Kalimantan.jpeg)
Penangkapan ini menjadi titik terang di tengah gelombang protes masyarakat terhadap maraknya PETI di Kutai Barat. Awal Juni 2025, ratusan warga menggelar unjuk rasa menuntut penghentian aktivitas tambang emas dan batu bara ilegal yang merusak sungai dan infrastruktur.
Aktivitas tambang emas di bantaran sungai diduga kuat menyebabkan pencemaran merkuri dan kerusakan ekosistem. Sungai yang dulunya menjadi sumber air bersih kini berubah menjadi lumpur pekat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kutai Barat, Ali Sadikin menjelaskan, aktivitas PETI telah melanggar aturan sempadan sungai yang diatur dalam Keppres Nomor 32 Tahun 1990.
Tambang emas tidak boleh dilakukan dalam radius minimal 50 meter dari sempadan sungai. Bahkan Perda kami menetapkan 150 meter. Penambangan langsung di badan sungai seperti ini jelas melanggar dan mencemari lingkungan,” tegas Ali.
Pihaknya berencana menurunkan tim untuk mengukur kadar pencemaran, khususnya kandungan merkuri yang berisiko tinggi terakumulasi di tubuh ikan dasar seperti baung, yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Advertisement
Polres Kutai Barat Usulkan Satgas
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5246783/original/043863500_1749464890-RDP_Tambang_Ilgal_Kutai_Barat__2_.jpeg)
Iptu Rangga mengungkapkan operasi di Sungai Kelian merupakan lanjutan dari upaya penegakan hukum yang konsisten dilakukan oleh Polres Kutai Barat.
“Pada 27 Februari 2025 lalu, kami menyita satu unit ekskavator dari lokasi tambang batu bara ilegal di Sungai Babi, Kelian Dalam. Dua tersangka telah kami tetapkan waktu itu,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Kutai Barat pada 4 Juni 2025, Polres mengusulkan pembentukan satuan tugas (satgas) penegakan hukum PETI.
“Usulan kami sudah disetujui Ketua DPRD, Bapak Ridwai. Tapi pelaksanaan satgas ini harus melibatkan semua stakeholder. Ini kerja bersama,” kata Rangga.
Namun, koordinasi lintas instansi masih menjadi tantangan. RDP sebelumnya pada Maret 2025 bahkan tidak dihadiri oleh beberapa pihak penting, menghambat aksi kolektif yang seharusnya bisa dilakukan lebih cepat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5246782/original/031999500_1749464890-Excavator_PETI.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)