Mengenal Kopi Kamanuru yang Raih Nilai Tertinggi di Ajang World of Coffee 2025

Keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Kopi Kamanuru dalam mempertahankan mutu produk.

Diterbitkan 02 Juni 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Palu - Kopi kamanuru asal Desa Dombu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, berhasil meraih nilai tertinggi dalam kurasi nasional pada ajang World of Coffee 2025. Prestasi ini menjadi pencapaian bagi petani lokal dalam memperkenalkan kualitas kopi daerah di kancah internasional setelah melalui proses seleksi ketat oleh lembaga riset kopi terkemuka di Indonesia.

Mengutip dari berbagai sumber, kopi robusta kamanuru berhasil masuk dalam sepuluh besar kopi terbaik setelah melalui proses kurasi yang dilakukan oleh Coffee Lab 5758, sebuah lembaga riset kopi ternama di Indonesia. Penilaian mencakup berbagai aspek kualitas, mulai dari karakteristik biji, intensitas aroma, hingga kompleksitas cita rasa.

Keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Kopi Kamanuru dalam mempertahankan mutu produk. Partisipasi kopi kamanuru dalam World of Coffee 2025 yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 15-17 Mei 2025.

Ajang bergengsi ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan industri kopi dunia, mulai dari produsen, distributor, hingga konsumen akhir. Keberadaan booth kopi kamanuru di area petani - B1 14 berhasil menarik minat berbagai pihak, termasuk calon pembeli dari mancanegara.

Sebelum tampil di World of Coffee 2025, kopi kamanuru telah melalui serangkaian uji kualitas menyeluruh. Coffee Lab 5758 melakukan evaluasi komprehensif terhadap seluruh rantai produksi, mulai dari teknik pemanenan, metode pengolahan, hingga standar penyajian.

Hasil penilaian menunjukkan kopi kamanuru menduduki peringkat tertinggi, mengungguli berbagai produk kopi dari daerah lain. Karakteristik unik kopi kamanuru terlihat dari aroma kayu manis, karamel, dan molase pada biji keringnya.

 

Ragam Aroma

Ketika diseduh, muncul aroma kulit jeruk nipis, cokelat hitam, dan teh hitam yang khas. Profil rasa kopi kamanuru menunjukkan dominasi cokelat, kapulaga, dan cengkeh pada suhu tinggi, kemudian berkembang menjadi nuansa ceri dan bubuk cokelat saat suhu menurun.

Karakteristik inilah yang menjadi pembeda dengan produk kopi lainnya. Keberhasilan di ajang internasional ini membuka peluang ekspor baru bagi petani lokal.

Salah satu pengunjung asal Dubai tertarik terhadap varian arabika kamanuru dengan meminta sampel 200 gram biji kopi mentah untuk pengujian lebih lanjut. Sebelumnya, kopi kamanuru telah berhasil menembus pasar Uni Emirat Arab dan Jepang.

Pada tahun 2021, tercatat ekspor sebanyak 300 kilogram ke UEA dengan kisaran harga Rp110.000-Rp125.000 per kilogram. Volume ekspor meningkat menjadi 500 kilogram pada tahun berikutnya. Sementara itu, pasar Jepang menyerap 150 kilogram dengan harga mencapai Rp150.000 per kilogram.

Penulis: Ade Yofi Faidzun