Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Siapa Saja Tokoh-Tokoh dalam Panitia Sembilan?

Panitia Sembilan berperan dalam menyusun dan mengesahkan rumusan dasar negara yang tercantum dalam Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.

Diterbitkan 01 Juni 2025, 01:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni. Peringatan ini berkaitan erat dengan terbentuknya Panitia Sembilan.

Mengutip dari berbagai sumber, Panitia Sembilan memiliki peran sentral dalam perumusan Pancasila. Ini menjadi fondasi peringatan Hari Lahir Pancasila.

Panitia Sembilan dibentuk setelah akhir sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atas inisiasi Ir Soekarno. Panitia Sembilan berperan dalam menyusun dan mengesahkan rumusan dasar negara yang tercantum dalam Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.

Berikut tokoh-tokoh dalam Panitia Sembilan:

1. Soekarno (Ketua)

Bapak Proklamator Indonesia ini menjadi inisiator pembentukan Panitia Sembilan. Soekarno berperan sebagai Ketua Panitia Sembilan.

Ia juga memainkan peran kunci dalam perjuangan melawan penjajah. Soekarno menempuh pendidikan tinggi di Technische Hoge School Bandung. Hal ini membuat dirinya memiliii wawasan politik yang luas.

2. Mohammad Hatta (Wakil Ketua)

Bung Hatta terkenal sebagai pejuang kemerdekaan dan proklamator Kemerdekaan RI bersama Soekarno. Bung Hatta telah lama berkiprah di dunia politik, seperti Jong Sumatranen Bond (JSB) dan terpilih menjadi bendahara JSB wilayah Padang pada 1916.

Saat merumuskan Pancasila, Hatta mengusulkan untuk mengubah sila pertama pada Piagam Jakarta yang semula berbunyi 'Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' menjadi 'Ketuhanan yang Maha Esa. Usulan Hatta disetujui dan menjadi sila pertama Pancasila yang dikenal sekarang.

 

Muhammad Yamin (Anggota)

3. Muhammad Yamin (Anggota)

Selain dikenal sebagai anggota Panitia Sembilan. Mohammad Yamin juga dikenal sebagai salah satu perumus utama Sumpah Pemuda. Yamin juga diakui sebagai penyair yang memberikan inovasi dalam perkembangan sastra Indonesia.

4. Achmad Soebardjo (Anggota)
Achmad Soebardjo adalah seorang diplomat yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pertama Indonesia. Ia aktif dalam Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan, merefkeksikan komitmennya pada kemerdekaan dan perdamaian dunia.

5. Mr. A.A Maramis (Anggota)
Mr. A.A. Maramis adalah pejuang kemerdekaan Indonesia dan anggota KNIP. Ia terlibat dalam perumusan Piagam Jakarta dan merupakan mantan Menteri Keuangan Indonesia.

Kontribusinya terhadap keuangan negara menjadi salah satu pilar ekonomi nasional pada masa awal kemerdekaan. Ia juga berperan penting dalam pencetakan uang kertas pertama Indonesia, Oeang Republik Indonesia (ORI).

6. Abdoel Kahar Moezakir (Anggota)

Abdoel Kahar Moezakir adalah seorang sarjana pendidikan teknik mesin yang terlibat dalam kegiatan politik dan organisasi HMI dan AMPI. Pada 2019, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. 


 

K.H. Wahid Hasyim (Anggota)

7. K.H. Wahid Hasyim (Anggota)

K.H. Wahid Hasyim memiliki latar belakang pesantren. Selain menjadi anggota perumusan dasar negara, ia juga memegang peran sebagai Menteri Agama dalam beberapa periode pemerintahan.

8. Agus Salim (Anggota)

H. Agus Salim merupakan seorang pejuang kemerdekaan dan Menteri Luar Negeri ketiga menggantikan Sutan Sjahrir. Ia juga dikenal sebagai penulis yang telah mendapat gelar Pahlawan Nasional.

9. Abikusno Tjokrosujoso (Anggota)

Abikusno Tjokrosujoso adalah mantan Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum. Bersama Wahid Hasyim dan Sirajuddin Abbas, ia mendirikan Liga Muslimin Indonesia pada 30 Agustus 1952.

Penulis: Resla