Liputan6.com, Yogyakarta - Situs Candi Abang terletak di Dusun Blambangan, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi yang berada di puncak sebuah bukit setinggi 6 meter ini merupakan peninggalan Mataram Kuno.
Mengutip dari laman Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, masyarakat setempat memberi nama Candi Abang karena penggunaan material penyusun candi yang menggunakan bata merah. Dalam bahasa Jawa, abang berarti merah.
Penggunaan material ini memberikan keunikan dan perbedaan tersendiri bagi Candi Abang dibandingkan candi-candi lainnya. Umumnya, candi-candi di Yogyakarta disusun menggunakan batu andesit.
Advertisement
Ijzerman dalam Beschrijving der Oudheden nabij de grens der residenties Soerakarta en Djogdjakarta (1891) mengatakan bahwa candi ini dibangun dari batu bata keras. Saat berkunjung, Candi Abang hanya tersisa tumpukan puing-puing dan lantai bekas ruangan saja.
Hal ini sejalan dengan catatan Rapporten Van Den Oudheidkundigen Dienst (ROD) in Nederlandsch-Indie (1915) yang juga menyebutkan bahwa candi ini telah runtuh dan hanya tersisa puing-puing. Candi Abang merupakan salah satu peninggalan masa Hindu-Buddha di dataran Saragedug.
Hal tersebut juga dibuktikan dengan lokasi Candi Abang yang berada di atas bukit. Penempatan bangunan candi di atas bukit konon ada hubungannya dengan kepercayaan masyarakat pada masa Hindu-Buddha yang menganggap tempat tinggi sebagai tempat suci (tempat tinggal Dewa dan Dewi).
Â
Prasasti
Pada 1932, pernah ditemukan prasasti di situs Candi Abang. Prasasti tersebut berisi tentang penanggalan dengan angka 794 Saka atau 872 Masehi. Namun, penanggalan tersebut belum dapat dipakai sebagai penanggalan tahun pendirian Candi Abang.
Data arkeologis lain diperoleh dari hasil test pit (ekskavasi) yang menemukan adanya sisa-sisa struktur bangunan candi yang dibuat dari material batu bata. Dari hasil tersebut juga terungkap bahwa Candi Abang terdiri dari satu bangunan dengan satu halaman yang diperkirakan berukuran panjang 65 meter dan lebar 64 meter.
Saat ini, situs Candi Abang hanya tinggal gundukan tanah yang ditumbuhi rumput. Sebagian bangunan candi masih terlihat susunan batunya berupa batu bata.
Pada rentang 2017 hingga 2018, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY telah beberapa kali melaksanakan kegiatan ekskavasi penyelamatan. Dari sana dapat diperkirakan bentuk dan denah luasan bangunan yang berbentuk stupa. Hal ini semakin memperkuat anggapan bahwa Candi Abang adalah tempat ibadah umat Buddha pada masa Mataram Kuno.
Penulis: Resla
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535950/original/093375400_1577858984-IMG_20200101_130416.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1608558/original/035939600_1496111218-29052017-CANDIABANG1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372762/original/077068000_1476344055-yogya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/827404/original/069659300_1510203910-WhatsApp_Image_2017-11-09_at_12.04.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263666/original/036517800_1781954973-Kafe_view_merapi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263350/original/020246600_1781891525-beringharjo4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262166/original/087364900_1781773654-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_3.58.57_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263006/original/005999400_1781856360-unnamed__4_.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262416/original/015658300_1781788900-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_19.51.34__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262132/original/019625000_1781771651-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_3.21.35_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261697/original/019465600_1781754158-Mahasiswa_pergoki_intel_masuk_UMY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260707/original/033259800_1781627607-dalang2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260082/original/051433200_1781546139-Suasana_Demo.jpg)