Liputan6.com, Jakarta - Kapal pesiar mewah yang sempat dihargai lebih dari US$ 300 juta, atau Rp 5,36 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.891) telah terjual oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) US$ 187 juta, atau Rp 3,34 triliun kepada miliarder asal Uni Emirat Arab yang keluarganya bekerjasama dengan Organisasi Trump.
Melansir CNBC, Jumat (7/8/2026), Amadea, kapal pesiar sebesar 106,07 meter, merupakan hasil sitaan otoritas federal AS pada 2022 sebagai bagian dari tindakan keras bidang keuangan terhadap para oligarki Rusia setelah invasinya kepada Ukraina. Setelah perseturuan hukum yang panjang, kapal tersebut dilelang berdasarkan keputusan Departemen Kehakiman pada bulan September.
Harga maupun pembelinya tidak diumumkan oleh pemerintah, tetapi dokumen pemerintahan mengungkap harganya sentuh Rp 3,34 triliun. Pembelinya adalah anak konglomerat properti Dubai Hussain Sajwani, Abbas Sajwani (27), yang perusahaannya, DAMAC Properties telah bekerjasama dengan Organisasi Trump.
Advertisement
Hussain Sajwani muncul bersama Presiden AS, Donald Trump dalam Mar-a-Lago tahun lalu untuk mengumumkan investasi sebesar US$ 20 miliar, atau Rp 357,8 triliun, kepada data center AS oleh salah satu perusahaan Sajwani. Dalam konferensi pers tersebut, Trump menyebut Sajwani adalah salah satu pemimpin bisnis terbesar di Timur Tengah dan di dunia.
Saat pertama disita, Departemen Kehakiman menyebut beberapa harga untuk Amadea. Dokumen awal dari departemen ini menyebut angka antara US$ 300 juta, yakni Rp 5,36 triliun, hingga US$ 500 juta, atau Rp 8,94 triliun. Namun,pada 2024, departemen tersebut menyebutkan penilaian independen sebesar US$ 230 juta, atau Rp 4,1 triliun.
Satu bulan setelah resmi dijual seharga Rp 3,34 triliun, Amadea terdaftar atas nama Beyond Holding Group Ltd., sebuah perusahaan induk yang berkedudukan di Kepulauan Virgin Britania Raya dan mencantumkan alamat kantor pusat di Dubai yang sama dengan alamat kantor pusat DAMAC.
Sementara, pemerintah belum mengumumkan ke mana dana penjualan tersebut disalurkan. Paket bantuan AS yang disahkan menjadi undang-undang pada Mei 2024 memberikan pemerintah wewenang untuk menyita aset Rusia yang berada di AS dan memakai dana tersebut untuk membantu Ukraina.
Sejarah Amadea, Kapal Pesiar Mewah Milik Rusia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318357/original/064731000_1786093225-amadea_2.jpg)
Pada 2022, AS menyita Amadea pada pesisir Fiji sebagai tindakan atas oligarki yang dilakukan Rusia. Penyitaan ini adalah kasus uji coba paling menonjol bagi “Task Force KleptoCapture,” sebuah program yang diluncurkan oleh pemerintahan Biden untuk menjatuhkan sanksi kepada para oligarki Rusia dan menyita aset para pelanggar. Departemen Kehakiman menduga Amadea dimiliki oleh Suleiman Kerimov, seorang konglomerat pertambangan yang telah dikenai sanksi sejak 2018.
Pemerintah AS menyewa awak kapal baru dan mengirim Amadea ke San Diego. Setelahnya, kapal pesiar tersebut menetap di Teluk San Diego selama tiga tahun hingga proses hukum mengenai kepemilikannya tuntas. Demi menjaga kapal dan awaknya, serta membayar asuransi dan biaya sandar, pemerintah AS menghabiskan kisaran US$ 600.000, atau Rp 10,7 miliar, hingga US$ 1 juta, atau Rp 17,89 miliar per bulan, yakni US$ 36 juta secara total, atau Rp 644,1 miliar.
Setelah dikeluarkannya perintah penyitaan oleh seorang hakim Pengadilan Distrik AS, Amadea diperintahkan untuk dilelang pada 10 September 2025. Lelang yang dilakukan sebulan setelahnya diawasi oleh Layanan Marsekal AS, yang merupakan bagian dari Departemen Kehakiman. Direktur Layanan Marsekal ini adalah Gadyaces Serralta, yang ditunjuk oleh Trump dan dilantik pada 1 Agustus, beberapa minggu sebelum lelang dimulai.
Penawaran-penawaran tersebut disegel dan diserahkan kepada Layanan Marsekal, yang bertugas memilih penawaran pemenang. Namun, mereka tidak pernah mengumumkan pemenangnya.
“USMS tidak secara rutin mengungkap ataupun mengonfirmasi pembeli saat menjual aset,” ujar seorang juru bicara Layanan Marsekal AS.
“Informasi tersebut dirahasiakan berdasarkan pengecualian privasi federal, kecuali jika diperintahkan agar informasi tersebut diungkapkan,” lanjutnya.
Advertisement
Fasilitas Mewah Kapal Pesiar yang Diincar Miliarder
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318367/original/058377100_1786093549-amadea_3.jpg)
Penjualan ini mengakhiri sejarah Amadea yang bergejolak dan kontroversial. Kapal pesiar yang dibangun pada 2017 oleh Lurssen ini memiliki enam dek dan menampung 16 tamu dan 36 awak kapal.
Kapal ini memiliki kaca “taman musim dingin”, kolam renang infinity dengan bar yang dapat diakses langsung dari kolam, bioskop dengan kursi bergerak untuk “pengalaman 4D”, serta dek pesta yang dilengkapi dengan speaker terintegrasi, lampu, dan sinar laser. Tempat ini juga dilengkapi dengan spa yang memiliki hammam, sauna, dan kolam terapi warna, serta tangki lobster di dapur kapal untuk hidangan laut segar.
Pada Juni, Abbas Sajwani memberi tur Amadea kepada Forbes saat pesiar tersebut berlabuh di teluk Monako. Sajwani mengungkap bahwa dia menolak tawaran untuk menjual Amadea dengan harga yang lebih tinggi, yakni ratusan juta dolar AS.
“Saya suka interior kapal ini, saya suka gayanya,” ujar dia.
Fitur paling mencolok dari Amadea adalah patung stainless-steel albatros dengan berat lima ton yang melingkari haluan kapal. Setelah membelinya, Sajwani mengubah helipad di haluan kapal menjadi lapangan pickleball.
Artikel Forbes tersebut tidak menyebut harga jual. Mengenai lelang tersebut, artikel itu menyebutkan, “Beruntunglah, Sajwani yang keluar sebagai pemenang. Tawaran yang tidak diungkapkan nilainya itu hanya US$ 1 juta (Rp 17,89 miliar) lebih tinggi dari tawaran tertinggi berikutnya.” Artikel tersebut tidak menjelaskan bagaimana Sajwani mengetahui nilai tawaran-tawaran lainnya.
Permintaan untuk kapal pesiar mewah berkualitas tinggi layaknya Amadea telah melambung sejak pandemi. Dengan jumlah miliarder yang melampaui 3.500, dan galangan kapal elit yang berupaya keras memenuhi permintaan, harga kapal pesiar bekas terus naik. Pada tahun 2025, penjualan kapal pesiar bekas berukuran 30 meter atau lebih naik 36%, menjadi US$ 6,44 miliar, atau Rp 115,2 triliun menurut Fraser Yachts.
Data pelacak kapal pesiar yang dilaporkan oleh VesselFinder menunjukkan bahwa setelah dilelang, Amadea berlayar ke Fort Lauderdale, Florida, dan Charleston, Carolina Selatan. Para eksekutif industri kapal pesiar mengatakan bahwa perjalanan tersebut dilakukan untuk perbaikan kecil dan peningkatan pada kapal Amadea.
Kerja Sama Konglomerat Dubai dengan Trump
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405772/original/078810900_1762499117-Sajwani___Trump.webp)
Dalam wawancaranya bersama Forbes, Sajwani mengatakan saat dia tidak di Dubai. Dia menjalankan bisnis propertinya dari Amadea.
“Banyak orang yang mengatakan mereka naik kapal untuk berlibur. Untuk saya tidak demikian. Ini lebih seperti tempat tinggal,” ujarnya kepada Forbes.
Perusahaan Abbas Sajwani, AHS Properties, membeli Hotel Shangri-La di Dubai seharga US$ 300 juta, atau Rp 5,36 triliun, dan sedang mengembangkan properti mewah di sekitar Kanal Dubai. Forbes mengestimasikan kekayaan bersihnya sekitar US$ 1,9 miliar, atau Rp 33,98 triliun.
Meskipun perang AS-Iran membuat pasar properti di Dubai lesu, Sajwani mengatakan, “Pasar Dubai masih sangat bergairah, banyak permintaan.”
Ayah Sajwani, Hussain, dikenal sebagai “Donald dari Dubai” karena proyek-proyek properti mewahnya dan hubungannya dengan Trump. Pada 2013, DAMAC membentuk kerjasama dengan Organisasi Trump untuk membangun lapangan golf bermerek Trump pertama di Timur Tengah. Lapangan golf tersebut dibuka pada 2017.
Selain itu, DAMAC membayar Organisasi Trump sebesar jutaan dolar AS sebelum membangun lapangan golf ini. Lapangan golf bermerek Trump kedua dengan DAMAC sudah direncanakan namun terhambat. Pada April 2025, Hussain Sajwani membagikan gambar sarapannya di Gedung Putih, di mana dia bercengkrama dengan Elon Musk, orang terkaya di dunia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4765591/original/062827800_1709820866-000_32CM849.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133451/original/029203800_1780985455-AC71B8A2-01A6-456E-8CDA-FBE01AEEC42A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5735199/original/048787600_1778630516-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317586/original/034415100_1786022812-12794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460734/original/054191800_1767277184-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262853/original/066200900_1781850563-107139155-1666426301839-gettyimages-1243511682-AFP_32K492Z.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4373616/original/042892900_1679963213-Israel-Netanyahu-AFP-800x500-780x470.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509976/original/052452100_1771810796-Kekerasan_di_Meksiko.jpg)