Liputan6.com, Yogyakarta - Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman berlokasi di Jalan Bintaran Wetan No.3, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta. Bangunan museum ini dahulu merupa rumah tinggal pejabat keuangan Pura Pakualaman, Tuan Wijnschenk.
Mengutip dari laman Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman didirikan pada 1890. Museum ini memiliki denah bangunan berbentuk segi empat menghadap ke timur.
Bentuk bangunan ini menunjukkan gaya arsitektur campuran. Tiang bangunannya berbentuk dasar corintia dengan hiasan motif tradisional seperti pada tiang-tiang di keraton.
Advertisement
Dindingnya menggunakan keramik dengan bentuk atap limasan berangka kayu. Penutup atap menggunakan sirap, sedangkan lantai menggunakan tegel bermotif.
Pintu dan jendela bangunan ini terdiri atas daun krepyak dan kaca dengan ukuran relatif besar. Desain ini kental dengan gaya bangunan peninggalan Belanda di negeri tropis.
Â
Fungsi Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman
Usai didirikan pada 1890, bangunan museum ini beberapa kali dialihfungsikan. Awalnya, bangunan ini berfungsi sebagai tempat tinggal Tuan Wijnschenk sekitar era 1939-1942. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), bangunan ini digunakan untuk keperluan pribadi para opsir Jepang.
Selepas proklamasi kemerdekaan RI, bangunan ini diaihfungsikan sebagai Markas Kompi Tukul dari Batalyon Letnan Kolonel Soeharto. Penggunaannya cukup singkat, hanya tiga bulan.
Setelah pelantikan Kolonel Soedirman menjadi Panglima Besar, bangunan ini beralih fungsi menjadi rumah dinas sekaligus tempat tinggalnya. Selanjutnya pada masa Agresi Militer Belanda II (19 Desember 1948 sampai 27 Desember 1949), bangunan ini digunakan sebagai Markas Informatie voor Geheimen Brigade T tentara Belanda.
Usai pengakuan kedaulatan Republik Indonesia pada 27 Desember 1949, bangunan tersebut difungsikan sebagai Markas Komando Militer Kota Yogyakarta. Selanjutnya, digunakan untuk asrama Resimen Infanteri XIII dan penyandang disabilitas.
Pada 17 Juni 1968, bangunan tersebut beralih fungsi menjadi Museum Angkatan Darat hingga 30 Agustus 1982. Hingga pada 31 Agustus 1982, bangunan ini diresmikan sebagai Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Poniman.
Saat ini, Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Penetapan tersebut tertuang dalam Permenbudpar RI No. PM.07/PW.007/MKP/2010 tanggal 8 Januari 2010.
Penulis: Resla
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4643015/original/030461500_1699595678-aaaaaaaaaaaaaaaaa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372762/original/077068000_1476344055-yogya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8730876/original/077754000_1782817723-1000002927.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1071836/original/021479300_1448938529-penjara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684125/original/089795800_1782736826-Owner_Jenk_Nik_Brownies_Batik_Cake___Cookies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8639647/original/084785200_1782643944-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.04.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8651602/original/014097600_1782666412-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_17.17.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2872441/original/051482100_1564935670-KERETA_API-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8598442/original/004955100_1782571048-Kedai_Lokalti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8595965/original/015846800_1782566608-Mojah_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528786/original/061172800_1782460439-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_1.49.51_PM.jpeg)