Liputan6.com, Jakarta - Dalam tradisi masyarakat Betawi, julukan jawara diberikan kepada sosok tertentu. Julukan ini mengalami banyak dinamika seiring dengan perubahan zaman.
Jawara berasal dari kata juara yang berarti pemenang. Hal ini sejalan dengan karakter jawara yang memiliki motivasi mencapai kemenangan. Dalam versi lain menyebut jawara bermula dari istilah jaro yang artinya seorang pemimpin desa.
Mengutip dari laman Seni & Budaya Betawi, dahulu jawara sangat lekat dengan kisah heroik melawan penguasa. Bahkan, jawara identik dengan kebengisan.
Advertisement
Dalam masyarakat Betawi, jawara dikenal sebagai orang yang diberi kepercayaan untuk menjaga keamanan serta kedamaian kampung. Jawara dipandang sebagai orang yang disegani karena ahli dalam ilmu silat.
Untuk menguji keilmuannya, tradisi masyarakat Betawi tempo dulu akan mencarikan lawan bagi seorang jawara. Salah satu kisah yang populer terkait kejawaraan dalam masyarakat Betawi adalah kisah Si Pitung.
Sosok Si Pitung dikenal kerap membela rakyat kecil demi melawan kekuasaan orang Eropa. Namun di sisi lain, terdapat jejak kebengisan kejawaraan yang justru datang dari masyarakat pribumi itu sendiri.
Penguasa tanah atau tuan rumah tempo dulu umumnya menggunakan jasa jawara untuk memaksa penduduk setempat membayar pungutan pajak tanah partikelir. Saat para jawara terikat pada tuan tanah, maka mereka memiliki gelar mandor atau centeng.
Pada masa itu, Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels menemukan jalan pintas untuk menutupi kekurangan biaya guna mengantisipasi tentara Inggris yang akan merebut wilayah Hindia Belanda. Ia menjual tanah yang ada di Batavia dan sekitarnya ke berbagai kalangan, seperti Eropa, Arab, China, hingga pribumi.
Â
Partikelir
Akibatnya, marak tanah partikelir atau bisa dikatakan sebagai pemerintah di dalam pemerintah. Pungutan pajak dari penduduk akan masuk ke kantong tuan tanah tersebut.
Orang Eropa dan China menjadi golongan yang banyak memiliki tanah partikelir di wilayah Batavia. Adapun hasil uang yang diperoleh Daendels berhasil digunakan untuk menguatkan sisi militer.
Ia membentuk pasukan baru, membangun benteng dan senjata, hingga membangun jalan Anyer Panarukan. Melalui tanah partikelir, ia juga membuat perkebunan komoditas ekspor yang disewakan untuk dijadikan lahan pertanian. Ia juga menarik kekayaan dari pribumi yang tinggal di atas tanah partikelir.
Pungutan pajak partikelir diharuskan memberi seperlima dari hasil panen dan bekerja satu hari. Mereka tak diberi upah demi keperluan tuan tanah. Jawara yang disewa untuk memaksa penduduk membayar pajak pun membuat penduduk tak bekutik.
Seiring berjalannya waktu, status atau citra jawara dalam masyarakat Betawi mengalami pergeseran. Jika sebelumnya mereka dianggap bengis, kini mereka cenderung humoris.
Dalam Rekonstruksi Sosial Jawara melalui Tradisi Palang Pintu Betawi oleh Muhammad Raffliansyah tertulis bahwa perubahan jawara terlihat dalam tradisi palang pintu. Dalam tradisi khas Betawi tersebut, jawara cenderung memperlihatkan sisi humoris atau sifat jenakanya.
Â
Advertisement
Tradisi Palang Pintu
Jawara dalam tradisi palang pintu umumnya melontarkan ucapan lucu berbentuk pantun. Selain ucapan, gerak-gerik mereka juga dianggap lucu.
Untuk diketahui, tradisi palang pintu adalah hiburan yang kerap dimainkan dalam acara pernikahan maupun acara formal lainnya. Tradisi ini memadukan beberapa seni, seperti pantun, pencak silat, serta dialek Betawi yang disisipi humor. Tradisi ini berfungsi sebagai hiburan para tamu undangan sekaligus penyampaian nilai moral, agama, dan norma dalam masyarakat Betawi.
Keterlibatan jawara dalam tradisi palang pintu dapat dilihat dari atraksi pencak silat di dalamnya. Mereka akan bertarung dengan jawara lain.
Di sisi lain, mereka juga berperan di balik layar. Jasa mereka digunakan untuk keperluan ritual palang pintu dengan padepokan pencak silat.
Hal ini membuat maraknya kelahiran tim palang pintu yang sejalan dengan pertumbuhan perguruan pencak silat. Akhirnya, perguruan pencak silat pun menjadi tempat bernaung bagi para jawara Betawi.
Penulis: Resla
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535950/original/093375400_1577858984-IMG_20200101_130416.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1229287/original/085778700_1462932940-ilustrasi_pendekar_betawi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/827404/original/069659300_1510203910-WhatsApp_Image_2017-11-09_at_12.04.27.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257126/original/025840700_1781221894-AP26162777114808.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)