Riawayat HIV/AIDS Kota Bandung sejak 1991, Bagaimana Kondisinya?

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyampaikan, tidak semua orang dengan HIV/AIDS menjalani pengobatan.

Diterbitkan 28 April 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Kota Bandung menyampaikan, sejak tahun 1991 hingga 2025 ini tercatat jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Kota Bandung mencapai 9.784 orang. Data ini dirujuk melalui Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA).

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyampaikan, tidak semua orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) menjalani pengobatan. Dia mengklaim, HIV/AIDS termasuk isu krusial yang memerlukan perhatian serius. 

“Dari jumlah tersebut, baru sekitar 6.370 orang atau 65 persen yang patuh menjalani pengobatan,” kata Erwin dalam keterangan pers di Bandung, Kamis, 24 April 2025.

Erwin menyebut, angka tersebut menunjukkan tantangan besar yang harus dihadapi. Tak hanya dalam penemuan kasus baru, tetapi juga dalam memastikan keberlangsungan pengobatan dan menekan angka kematian akibat Aids serta menghapus stigma dan diskriminasi yang masih sering dialami oleh Odhiv (orang dengan HIV).

“Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya edukasi, deteksi dini, penyediaan akses pengobatan yang mudah dan berkelanjutan, serta pendampingan bagi Odhiv, sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas bersama,” ungkapnya.

Pemkot Bandung diaku berkomitmen dalam penanggulangan HIV/AIDS dengan menerapkan pendekatan menyeluruh dan berkelanjutan.

“Tercermin dalam pelaksanaan strategi STOP (suluh, temukan, obati, pertahankan), sebagai langkah nyata menuju pencapaian target three zero pada tahun 2030, yaitu zero infeksi HIV baru, zero kematian akibat Aids, dan zero stigma serta diskriminasi,” akunya.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Three Zero 2030

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung sempat menyampaikan bahwa pemerintah telah menargetkan tujuan penanggulangan hingga tahun 2030 dengan pendekatan Three Zero, yaitu zero infeksi HIV baru, zero kematian karena aids, dan zero stigma dan diskriminasi.

“Untuk mencapai tujuan tersebut, kita harus sama-sama berkomitmen dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids dengan strategi stop (suluh, temukan, obati, dan pertahankan),” beber Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan pada kegiatan Spiritual Building Kepada Komunitas dan Penggiat HIV/AIDS di Aula Masjid Agung Al Ukhuwah, Kamis, 6 Maret 2025 lalu.

Menurut Farhan, strategi tersebut mencakup berbagai aspek. Mulai dari edukasi kepada masyarakat, deteksi dini bagi yang berisiko, akses pengobatan yang mudah dan berkelanjutan, serta pendampingan kepada orang dengan HIV (ODHIV) agar tetap menjalani pengobatan secara konsisten. 

“Tantangan terbesar dalam upaya ini bukan hanya dari sisi medis, tetapi juga dari stigma dan diskriminasi yang masih melekat di masyarakat,” bebernya. 

Ia mengatakan, dalam menghadapi tantangan tersebut, tidak hanya mengandalkan aspek medis saja. Dibutuhkan sebuah kesatuan antara fisik, mental, dan spiritual.

“Oleh karena itu, melalui acara ini, kita ingin menguatkan kembali bahwa penanggulangan HIV/AIDS harus dilakukan secara komprehensif, dengan menggabungkan pengobatan medis dan kekuatan spiritual,” ungkapnya. 

Dengan peran aktif dan kolaborasi selurih pihak, Farhan optimis, tujuan Three Zero di Kota Bandung pada tahun 2030 dapat tercapai. 

“Mari kita bersama wujudkan Kota Bandung yang sehat, inklusif, dan penuh kepedulian,” tuturnya.