Sukses

Gerilya BP2MI Berantas Percaloan Pekerja Migran Ilegal

Liputan6.com, Jakarta - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar pesta rakyat di lapangan atletik, sport centre, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, untuk mengampanyekan stop percaloan dan penolakan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal, Minggu (4/12/2022).

Ribuan calon pekerja migran atau TKI dan purna TKI mengikuti jalan santai dan senam sehat dalam rangkaian menyambut hari migran sedunia.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani di hadapan para calon pekerja migran meminta semua warga yang akan berangkat untuk bekerja ke luar negeri, untuk mewaspadai maraknya perekrutan dan pemberangkatan ilegal, karena bisa membahayakan warga karena modus yang mereka gencarkan untuk merekrut calon pekerja migran beragam cara mulai dari iming-iming biaya pemberangkatan murah, bergaji tinggi serta memberikan kasbon pada calon korban dan keluarganya.

"Jangan sampai mau dan menjadi korban penempatan pekerja migran ilegal, bahayanya sangat luar biasa dan bisa mengancam keselamatan," kata Benny di Indramayu, Jawa Barat, Minggu, saat menghadiri acara Hari Pekerja Migran Internasional.

Benny mengatakan dari data yang ada selama 2,5 tahun kebelakang terdapat kurang lebih 81 ribu tenaga kerja migran ilegal yang dipulangkan, dan terbanyak dari negara Timur Tengah, serta Malaysia. Menurutnya dari jumlah tersebut 3.148 dalam keadaan sakit, cacat, depresi, hilang ingatan dan lainnnya. Sedangkan sebanyak 1.495 meninggal dunia.

Dengan banyaknya kasus tersebut, diharapkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika akan berangkat kerja ke luar negeri, dan jangan sampai menjadi korban pemberangkatan ilegal, atau bahkan menjadi korban human traficking (perdagangan orang) karena bisa membahayakan.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Kematian Pekerja Migran Ilegal di Luar Negeri

"Kalau dihitung rata-rata dalam sehari kami mendapati dua orang pekerja migran yang datang menggunakan peti jenazah, dan sebagain besar itu adalah TKI ilegal yang tidak masuk ke dalam data kami" tuturnya.

Untuk itu Benny meminta kepada semua masyarakat, petugas baik dari RT, RW, desa, agar bersama-sama ikut mengawasi warganya yang akan berangkat menjadi tenaga kerja migran.

Benny menambahkan, masih banyak penempatan tenaga kerja legal yang ada di Indonesia, untuk itu pihaknya meminta kepada para calon pekerja migran agar melalui jalur yang sah, bukan melalui calo yang tidak jelas dan dapat merugikan.

"Kami mendata dari jumlah penempatan tenaga kerja migran ilegal terbanyak dialami oleh perempuan dengan presentase mencapai 90 persen. Untuk itu ketika akan berangkat datang ke Dinas Tenaga Kerja setempat, atau melalui BP2MI," katanya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS