Sukses

Momen Haru saat Kapolres Garut Berjongkok Pakaikan Sepatu Pelajar Korban Banjir Bandang

Liputan6.com, Garut - Menggunakan stelan lengkap kebesaran korps Bhayangkara, Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, nampak ramah memberikan satu per satu bantuan sepatu kepada puluhan pelajar yang menjadi korban banjir bandang Garut, Jawa Barat.

Bahkan di sela-sela momen pemberian, peraih penghargaan bintang Adhi Makayasa lulusan 2003, sengaja memasukkan tali sepatu sekolah hingga terpaksa bertekuk lutut membetulkan tali sepatu pelajar, laiknya kepada anaknya sendiri untuk membahagiakan mereka.

Tidak ada raut wajah serius di muka Kapolres milenial itu. Dia tampak begitu menikmati menjalani perannya sebagai pengayom masyarakat, terutama bagi penyintas korban banjir bandang.

"Saya didelegasikan untuk memberikan sepatu ini kepada korban banjir, Ya salah satunya dek Yahya ini," ujar dia, di halaman Desa Jayaraga, Kamis (28/7/2022).

Menurut dia, sepasang sepatu ket yang ia berikan berasal dari bantuan salah satu perusahaan sepatu kota kembang Bandung. Mereka mendengar jeritan pelajar Garut yang menjadi korban banjir bandang, hingga minta bantuan polres Garut untuk mendelegasikan pendistribusian sepatu

“Ini untuk korban bencana banjir bandang,” ujar dia.

Polres Garut mendapat pasokan hingga 700 pasang sepatu sekolah yang diperuntukkan bagi pelajar korban banjir di beberapa wilayah terdampak banjir bandang Garut.

“Kita distribusikan ke Tarogong Kidul, Garut Kota hingga ke Cikajang dan Banjarwangi,” ujar dia bangga.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

2 dari 2 halaman

Pengayom Masyarakat

Bagi dia dan Polres Garut, ikut serta menjadi bagian relawan kemanusiaan menjadi kebahagiaan tersendiri. Selain ikut merasakan keprihatinan mereka, kehadiran anggota polisi di tengah korban banjir bandang, ikut meneguhkan polisi sebagai pengayom masyarakat.

Muhammad Yahya (17), pelajar yang mkerupakan warga Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul mengaku terbantu dengan pemberian sepatu sekolah.

Sapuan banjir bandang Jumat dua pekan lalu, menjadi hari kelabu akibat banyaknya harta benda yang rusak, termasuk sepatu satu-satunya yang selama ini digunakan sekolah

“Awalnya gak pakai sepatu karena tidak ada, tapi akhirnya pakai setelah mendapat pinjaman sepatu," kata dia.

Beruntung, keluh kesal Yahya mendapat respons Polres Garut hingga akhirnya mendapatkan sepatu pengganti ukuran 45 yang sepadan. “Terima kasih pak Kapolres atas pemberiannya,” kata dia.

Bagi dia, suntikan moril berupa pemberian sepatu cukup berarti saat kembali ke sekolah tanpa harus menggunakan sepati pinjaman dari temannya itu.

“Awalnya gak percaya bercampur heran, ternyata Alhamdulillah mendapat sepatu dari pak Kapolres,” ujar dia dengan ceria.