Sukses

Sekda: 40 Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Gedung Sate Merupakan OTG

Liputan6.com, Bandung - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, 40 pegawai di Gedung Sate yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan orang tanpa gejala (OTG).

Setiawan menuturkan, dari 1.265 pegawai Gedung Sate yang dites swab pekan lalu, sebanyak 40 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Sebanyak 17 di antaranya PNS dan 23 non PNS. Sebagian dari mereka kini menjalani isolasi mandiri di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Kota Cimahi.

"Sebanyak 17 orang masuk karantina di Gedung BPSDM, sedangkan sisanya karantina mandiri di rumahnya masing-masing. Mayoritas yang terpapar adalah OTG," katanya di Makodam III/Siliwangi, Senin (3/8/2020).

“Semua tetap kami waspadai, pelacakan terus dilakukan dan beberapa dilakukan swab, tapi hasilnya belum keluar. Semuanya terdata dan semuanya diisolasi mandiri," ucap Setiawan menambahkan.

Ia mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar melakukan pelacakan terhadap mereka yang kontak erat dengan 40 pegawai Gedung Sate, baik PNS maupun non-PNS, yang dinyatakan positif corona.

Sedikitnya 40 persen dari mereka yang kontak erat dengan pegawai Gedung Sate yang positif Covid-19 mulai menjalani tes swab atau usap.

"Dari 800 orang yang coba kami lacak, sekitar 40 persen sudah melakukan tes swab. Hasilnya masih menunggu," ujar Setiawan.

Menurut dia, pelacakan penting dilakukan untuk mengetahui peta penyebaran kasus Covid-19. Adapun mereka yang ditelusuri adalah rekan satu kerja dan keluarga. Rekan kerja mendapat prioritas karena memiliki intens pertemuan sekitar tujuh jam dari orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Termasuk saya, jadi saya mau tidak mau lakukan tes dari Rabu kemarin. Karena saya sering mobile jadi didahulukan hasilnya dan saya dinyatakan negatif. Tapi saya mau tes lagi nanti," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, atas kasus Covid-19 di Gedung Sate, ia meminta agar gedung perkantoran pemerintahan untuk memaksimalkan sirkulasi udara. Karena, menurut dia, perkantoran yang minim sirkulasi udara berpotensi terjadi penularan.

"Kejadian kasus di perkantoran mengindikasikan agar perkantoran ini membuka jendela. Jadi lebih rawan perkantoran yang tidak ada jendela atau ber-AC sentral dibandingkan perkantoran yang ada jendela. Oleh karena itu rekomendasi kita agar perkantoran yang ada jendela agar rajin membuka jendela dan ventilasi," katanya.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini