Sukses

Temuan Petani Kebumen Bikin Sibuk Gegana dan Jibom Polda Jateng

Liputan6.com, Kebumen - Aksi terorisme yang terjadi beberapa waktu lalu rupanya masih membekas di hati warga masyarakat. Kini mereka pun lebih waspada dengan segala hal yang berkaitan dengan terorisme. Salah satunya, bahan peledak, seperti granat.

Kini, mereka pun tak segan melaporkan segala hal yang mengkhawatirkan dan membahayakan. Mereka tak bertindak sendiri, melainkan menyerahkan penanganannya kepada ahlinya, kepolisian.

Seperti di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu 8 September 2018 lalu. Warga Desa Wetonkulon, Kecamatan Puring, dibikin geger oleh penemuan sebuah benda bulat diduga granat oleh petani setempat, Darsimun.

Sabtu siang, Darsimun tengah mencangkul di ladangnya. Mendadak, cangkulnya tiba-tiba berdentang keras terantuk sebuah benda keras di dalam tanah.

Maka ia pun, mengambil benda ini. Ia kaget bukan kepalang ketika mendapati benda bulat oval terbuat dari besi. Ia pun menduga, benda itu adalah granat tangan.

Usai pulang dari ladang, Sabtu malam itu juga, sekitar pukul 20.00 WIB ia melaporkan temuannya. Dia khawatir, benda diduga granat itu meledak.

Sebab, dilihat sepintas benda ini memang berbentuk persis seperti granat. Bentuknya bulat oval, dengan bahan besi yang terihat sudah berkarat.

2 dari 2 halaman

Hasil Pemeriksaan Tim Jibom dan Gegana

Personel Polsek Puring pun bertindak cepat. Benda yang diduga Granat Nanas itu, malam itu juga dievakuasi ke Markas Polsek Puring. Lantaran dianggap membahayakan, benda ini pun diletakkan di luar gedung, dalam posisi dilindungi perakaran pohon besar.

Untuk menghindari insiden, pada Minggu 9 September 2018 pagi, Tim Penjinak Bom Jibom Satuan Brimob Polda Jateng dan Detasemen Gegana Unit 3 Banyumas pun didatangkan. Tim yang dimpimpin Bripka Hendra Purnama langsung mengecek benda mencurigakan ini.

Hasil pemeriksaan tim Jibom dan Gegana Polri menunjukkan, rupanya benda yang bentuknya menyerupai granat nanas dan berkarat itu adalah pemberat lampu kerek zaman Baheula. Benda ini adalah besi kuno bekas pemberat dengan ukuran panjang 11 centimeter, diameter 8.5 centimeter dengan berat sekitar satu kilogram.

"Setelah dicek itu bukan granat. Kita semua lega," ucap Kepala Sub-Bagian Humas Polres Kebumen, AKP Suparno, Senin, 10 September 2018.

Lantaran tidak berbahaya benda ini pun dibiarkan seperti sediakala. Namun, jika benda tersebut adalah benar granat nanas, maka harus segera dimusnahkan karena membahayakan.

Meski terbukti bukan granat atau benda berbahaya, kesigapan Darsimun yang melaporkan temuannya ini pun diapresiasi oleh kepolisian. Menurut Suparno, keputusan untuk melaporkan dan tak bertindak sendiri adalah kunci untuk menghindari insiden.

"Sekecil apapun memang seharusnya dilaporkan ke kami. Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Darsimun atas keberaniannya melaporkan ke kami," dia menambahkan.

Saksikan video pilihan berikut ini: