Temuan Granat Aktif Bikin Geger Warga Perkebunan Glenmore Banyuwangi

Aladin, seorang buruh kebun kaget melihat ada benda logam mencurigakan yang ternyata adalah granat tangan aktif.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Banyuwangi - Ketenangan para pekerja di Perkebunan Kendenglembu, Desa Karangharjo, seketika pecah pada Selasa (5/5/2026). Sebuah granat tangan aktif ditemukan tergeletak di area publik. Temuan itu  memicu respons cepat dari jajaran Polresta Banyuwangi dan Tim Jibom Sat Brimob Polda Jatim untuk menetralisir ancaman ledakan.

​Insiden bermula sekitar pukul 09.00 WIB saat Aladin (45), seorang buruh kebun, tengah melakukan pemupukan rutin di Afdeling Besaran. Alih-alih menyelesaikan tugasnya, pandangannya tertuju pada sebuah benda logam mencurigakan yang teridentifikasi sebagai granat tangan 5 off produksi Pindad.

​Menyadari nyawanya terancam, Aladin segera melapor ke pihak administrasi perkebunan yang diteruskan ke Polsek Glenmore.

​Kapolsek Glenmore,  AKP Budi Hermawan  bergerak cepat memimpin personelnya ke lokasi sesaat setelah menerima laporan pada pukul 09.55 WIB. Langkah preventif diambil dengan menutup akses dan memasang garis polisi guna memastikan tidak ada warga yang mendekat ke zona bahaya.

​"Kami mengutamakan keselamatan warga. Sterilisasi area dilakukan segera sambil menunggu tim ahli dari Satuan Brimob tiba," tegas AKP Budi Hermawan, Rabu (6/5/2026)

​Puncaknya, pada pukul 14.40 WIB,  Tim Komposit Gegana Unit Jibom dari Kompi Bondowoso, tiba di lokasi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa meski granat tersebut dalam kondisi gagal ledak, statusnya tetap sangat berbahaya dan tidak stabil.

​"Demi keamanan maksimal, tim memutuskan untuk melakukan pemusnahan di tempat (disposal). Proses peledakan terkendali berlangsung singkat," tambahnya 

​Pasca-insiden, Polresta Banyuwangi mengingatkan masyarakat untuk tidak menyentuh atau memindahkan benda asing yang mencurigakan." Kecepatan pelaporan warga seperti yang dilakukan Aladin adalah kunci utama dalam mencegah tragedi di ruang publik," pungkasnya

​