Ledakan Granat Dekat Sekolah di Afghanistan, Puluhan Anak Terluka

Ledakan granat tangan mengguncang Kabul, Afghanistan, melukai puluhan anak.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kabul - Serangan granat tangan di dekat sebuah sekolah di Kabul, Afghanistan, pada Senin sore melukai sejumlah anak. Pihak berwenang mengatakan penyelidikan tengah dilakukan untuk mengungkap insiden tersebut.

Dikutip dari Associated Press, Selasa (18/8/2026), Juru Bicara Kepolisian Kabul, Khalid Zadran, mengatakan pada Senin malam bahwa sejumlah anak terluka akibat serangan tersebut. Namun, ia tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai jumlah korban maupun kronologi kejadian.

Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Afghanistan, Richard Bennett, mengecam serangan tersebut. Ia menyebut ledakan ini sebagai serangan keji yang melukai banyak anak di dekat sekolah.

Sementara itu, media Afghanistan melaporkan sekitar 50 anak terluka dalam ledakan itu. Insiden terjadi di wilayah Kabul yang mayoritas penduduknya berasal dari etnis Hazara.

Etnis Hazara, yang diperkirakan mencakup sekitar 9 persen populasi Afghanistan, telah lama menghadapi serangan dan penganiayaan di negara tersebut.

Sebagian besar warga Hazara merupakan Muslim Syiah dan berulang kali menjadi sasaran kelompok radikal Muslim Sunni, seperti kelompok ISIS. Mereka juga menghadapi diskriminasi di Afghanistan yang mayoritas penduduknya beragama Sunni.

 

Pernah Terjadi Serangan Maut di Sekolah Hazara

Serangan pada Senin mengingatkan kembali pada tragedi di Kabul pada Mei 2021, beberapa bulan sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan setelah penarikan pasukan pimpinan Amerika Serikat yang berlangsung kacau.

Saat itu, tiga ledakan terjadi di sebuah sekolah di Kabul dan menewaskan puluhan orang. Seluruh korban berasal dari komunitas Hazara, sebagian besar merupakan siswi yang sedang meninggalkan kelas.

Sekolah tersebut berada di kawasan Dasht-e-Barchi, distrik utama masyarakat Hazara di Kabul. Lokasi itu sama dengan kawasan tempat ledakan pada Senin terjadi.

Melalui unggahan di media sosial X, Richard Bennett menegaskan pentingnya penyelidikan independen untuk membawa pihak yang bertanggung jawab atas serangan ke pengadilan.

“Sekali lagi, wilayah Kabul yang mayoritas dihuni Hazara ini menjadi sasaran. Sangat tercela!” tulis Bennett.