Taliban: Serangan Udara Pakistan Tewaskan 13 Orang

Taliban menyebut serangan udara Pakistan menargetkan tiga provinsi Afghanistan.

Diterbitkan 10 Juni 2026, 11:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kabul - Afghanistan menuduh Pakistan kembali melancarkan serangan udara pada Rabu, yang menurut Kabul menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 14 lainnya.

Kedua negara telah terlibat bentrokan selama berbulan-bulan yang menewaskan ratusan orang.

Juru bicara utama Taliban, Zabihullah Mujahid, seperti dikutip dari Associated Press mengatakan serangan udara terbaru itu menargetkan Provinsi Khost, Kunar, dan Paktika di Afghanistan. Menurut dia, korban tewas terdiri atas 11 anak-anak, seorang perempuan, dan seorang lansia.

Pakistan belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut.

Serangan dilaporkan terjadi sehari setelah militan yang diduga berasal dari Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) menyerang sebuah pos keamanan di wilayah Hasan Khel, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut yang berbatasan dengan Afghanistan. Serangan tersebut, menurut Kementerian Dalam Negeri Pakistan, memicu baku tembak sengit yang menewaskan enam anggota Federal Constabulary dan melukai beberapa lainnya.

Otoritas setempat pada Selasa menyatakan pasukan keamanan berhasil menewaskan delapan penyerang dan menggagalkan upaya mereka untuk menguasai pos pemeriksaan tersebut. Kementerian Dalam Negeri Pakistan juga menyebut Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi menghadiri salat jenazah bagi personel yang tewas di Peshawar.

Naqvi memberikan penghormatan kepada para korban dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka. Ia menegaskan bahwa pengorbanan para korban tidak akan dilupakan. Ia juga mengatakan Pakistan tetap bersatu dalam memerangi militansi dan akan meningkatkan operasi terhadap kelompok-kelompok yang mengancam perdamaian serta keamanan.

Pakistan dan Afghanistan telah terlibat dalam pertempuran mematikan sejak akhir Februari, ketika Afghanistan melancarkan serangan lintas batas ke Pakistan sebagai balasan atas serangan udara Pakistan di wilayah Afghanistan.

Pada Februari, Pakistan menyatakan berada dalam perang terbuka dengan Afghanistan setelah meningkatnya serangan militan terhadap warga sipil dan pasukan keamanan di negara itu. Afghanistan menyatakan serangan udara Pakistan pada Maret menghantam sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul dan menewaskan lebih dari 400 orang. Namun, jumlah korban tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.

Pakistan membantah tuduhan itu dan menegaskan tidak menargetkan warga sipil. Islamabad menyatakan sasaran serangan tersebut adalah sebuah depot amunisi.

Perkembangan terbaru ini terjadi beberapa bulan setelah China menjadi tuan rumah perundingan damai antara Pakistan dan Afghanistan di Urumqi. Setelah pertemuan itu, Beijing menyatakan kedua negara sepakat untuk tidak meningkatkan konflik dan akan menjajaki solusi penyelesaiannya.

Pakistan menuduh Afghanistan melindungi kelompok militan yang melakukan serangan mematikan di wilayahnya, terutama TTP. Kelompok itu terpisah dari Taliban Afghanistan, tetapi memiliki hubungan dekat dan bersekutu dengannya.

Taliban Afghanistan telah berkuasa sejak mengambil alih pemerintahan negara tersebut pada 2021, di tengah penarikan pasukan pimpinan Amerika Serikat yang berlangsung kacau. Kabul membantah tuduhan Pakistan.