Sukses

8 Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Membuat Kue Kering Lebaran Anti-Gagal

Liputan6.com, Jakarta Pembuatan kue kering saat Lebaran juga perlu diperhatikan dengan seksama. Kue kering Lebaran adalah satu ikon hari raya Idul Fitri yang tak boleh terlewat kehadirannya.

Kue Lebaran biasa disajikan dalam toples kepada para tamu atau sanak saudara yang berkunjung untuk halal bihalal pada saat Idul Fitri. Banyak aneka macam kue Lebaran yang umumnya berupa kue kering. Mulai dari kastengel, nastar, putri salju, lidah kucing, dan masih banyak lagi.

Tak jarang beberapa orang memilih membuat kue Lebarannya sendiri. Selain lebih hemat, Anda juga dapat berkreasi sesuai keinginan. Membuat kue Lebaran sendiri pastinya menjadi tantangan tersendiri. Anda juga harus siap menerima konsekuensi gagal saat membuat kue. Ternyata, ada beberapa trik yang terbilang penting dalam membuat kue kering. Trik ini menentukan kesuksesan dari segi tekstur dan juga rasa kue kering.

Berikut adalah tips membuat kue kering yang enak dan sempurna yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (10/5/2021).

2 dari 9 halaman

1. Jangan Minyaki Loyang

Dengan memberi minyak pada loyang, akan bisa menyebabkan adonan kuemu terlalu melebar. Bahkan nantinya bisa menyatu dengan adonan yang satu dengan yang lain. . Selain itu, untuk beberapa produk seperti macaron tidak perlu dipoles karena akan bepengaruh pada hasil macaron yang melebar. Namun, jika kue Anda menempel pada loyang, mungkin ada yang salah dengan loyang tersebut. Periksa apakah loyang yang Anda gunakan sudah bersih atau malah kotor akibat sisa-sisa kue yang dipanggang sebelumnya. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan alas pada loyang agar kue mudah dilepaskan dari loyang.

3 dari 9 halaman

2. Gunakan Loyang Berwarna Cerah

Soal loyang, ternyata Anda lebih baik untuk menggunakan loyang berwarna cerah daripada yang berwarna gelap. Pasalnya, kue kering akan lebih mudah gosong di bagian bawahnya jika menggunakan loyang berwarna gelap. Alas loyang berwarna gelap akan lebih mudah dan lebih banyak menyerap panas daripada yang berwarna cerah.

4 dari 9 halaman

3. Hangatkan Mentega dalam Suhu Ruang

Mentega harus dilembutkan atau dihangatkan dalam suhu ruangan 20-25 derajat cekcius Tujuan dari mentega yang lembut dalam pembuatan adonan adalah membantu mempermudah pengadukan secara rata dan lebih cepat. Mentega yang masih keras, akan berpengaruh pada hasil baking.

5 dari 9 halaman

4. Pastikan Takaran Tapung Benar

Salah satu masalah penakaran tepung menggunakan unit pengukuran berdasarkan gelas adalah metode itu sangat tidak tepat. Maka lebih baik untuk mengukur tepung menggunakan ukuran gram daripada gelas biasa. Jika resep membutuhkan satu gelas tepung, maka lebih baik ukurlah tepung sekitar 130 gram tepung. Timbangan dapur akan sangat membantu di sini, tak ada salahnya membeli timbangan dapur untuk modal membuat kue kering yang enak.

6 dari 9 halaman

5. Gunakan Mentega Berkualitas Tinggi

Mentega yang tidak berkualitas baik, bisa mengandung hingga 19 persen air. Hal itu akan membuat telur dan mentega sulit menjadi tercampur, yang akan menyebabkan kue terlalu mudah melebar. Mentega dengan tingkat lemak yang lebih tinggi selain terasa lebih enak, juga akan bisa mencampur (emulsi) adonan dengan baik.

7 dari 9 halaman

6. Ulen Adonan dengan Lembut

Sebaiknya saat Anda sedang menguleni adonan, lakukan dengan lembut dan perlahan. Memang terdengar sulit, tapi jika Anda terlalu kasar atau terlalu banyak mengulen maka kue Anda akan semakin keras. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal ini, yaitu dengan cara menaburi permukaan tempat untuk mengulen atau menggiling adonan dengan gula bukannya tepung.

Tepung sisa akan menyebabkan kue jadi terlalu keras. Jika Anda sedang membuat kue kering cokelat, bisa juga menaburi bubuk cokelat ke atas permukaan ulen atau giling. Lalu ketika Anda menggunakan pemotong untuk memotong kue sesuai selera, pastikan untuk memotongnya sedekat mungkin dengan bagian sisi dari adonan. Juga sedekat mungkin antar potongan kue. Hal ini akan meminimalisir jumlah adonan sisa yang harus Anda uleni kembali. Sebab kue yang berasal dari adonan sisa yang digiling kembali biasanya akan lebih keras.

8 dari 9 halaman

7. Jangan Putar Loyang

Beberapa orang percaya jika ada pusat panas di dalam oven dan memutar loyang selama proses pemanggangan akan membantu mengalirkan panas lebih merata. Namun ternyata, dengan Anda membuka pintu oven selama proses pemanggangan akan membiarkan panas oven keluar seluruhnya. Misalnya, Anda harus memanggang kue kering selama sekitar 10 – 12 menit. Namun dengan membuka pintu oven saat kue dipanggang maka kue akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk matang. Bisa saja kue jadi tidak cukup mengembang dan berwarna cokelat.

9 dari 9 halaman

8. Gunakan Rak Pendingin

Langkah ini mungkin terdengar tak terlalu penting. Namun jika Anda membiarkan kue dingin di atas loyang yang panas, maka akan membuat kue terus menerus mengalami proses pemasakan.  Ini akan membuat bagian bawah kue terlalu coklat. Selain itu, panas dari kue tidak bisa keluar secara sempurna jika diletakkan di atas loyang. Ini berakibat kue menjadi lembab dan tidak awet.

Hal ini harus dirubah dan segera setelah kue cukup hangat untuk dipindahkan, tak lebih dari 2-3 menit kemudian pindahkan kue dengan spatula ke atas rak pendingin.  Atur kue paling tidak jarak sekitar 2,5-5 sentimeter dari permukaan meja untuk membuat aliran udara maksimal.