BI Bidik Transaksi Jakarta Kreatif Festival Tembus Rp 40 M

BI DKI Jakarta menargetkan transaksi JKF 2026 mencapai Rp 40 miliar naik hampir dua kali lipat dari tahun lalu.

Diterbitkan 04 Juli 2026, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BI DKI targetkan transaksi Rp 40 miliar di JKF 2026, naik signifikan dari tahun lalu.
  • JKF 2026 melibatkan 377 tenant UMKM dan 67 kolaborator, menunjukkan skala besar.
  • JKF bertujuan perkuat ekonomi kreatif Jakarta melalui kolaborasi berbagai pihak.

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta menargetkan nilai transaksi tembus Rp 40 miliar, selama penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival (JKF) yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada 4-5 Juni 2026.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan, target tersebut dipatok seiring semakin besarnya skala penyelenggaraan festival yang melibatkan ratusan pelaku UMKM dan puluhan institusi kolaborator.

"Dapat kami laporkan juga bahwa Jakarta Creative Festival kali ini menghadirkan 377 tenant, terdiri dari 290 tenant UMKM di bidang kuliner, fashion, dan kriya, serta 87 booth layanan dan edukasi, serta didukung oleh 67 instansi kolaborator," kata Iwan saat pembukaan JKF 2026 di Istora Senayan, Sabtu (4/7/2026).

Iwan mengatakan, BI DKI menargetkan transaksi selama penyelenggaraan JKF 2026 mencapai sekitar Rp40 miliar.

"Untuk tahun ini target sekitar 40 miliar transaksi," ujarnya.

Menurut Iwan, target yang dipasang pada penyelenggaraan JKF 2026 jauh lebih tinggi ketimbang target tahun lalu yang hanya Rp 21 miliar. Ia optimis target tersebut dapat tercapai melihat tingginya antusiasme masyarakat sejak hari pertama penyelenggaraan.

"Artinya ini meningkat sangat pesat. Dari jumlah pengunjung, saya yakin. Ini secara visual aaja kita bisa saksikan kolaborasinya juga sangat banyak ya, meningkat sangat pesat mungkin 4-5 kali lipat dan pengunjung juga first impression kita lihat sangat ramai," kata Iwan.

 

JKF Perkuat Ekonomi Kreatif

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginginkan JKF menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di ibu kota melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan berbagai pemangku kepentingan.

"Seperti kita ketahui, JKF ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah DKI Jakarta, Bank Indonesia, OJK, dan stakeholder yang lainnya untuk membuat ekonomi kreatif atau kreativitas di Jakarta itu tumbuh dengan baik," ujar Pramono.

Menurut Pramono, penguatan ekonomi kreatif akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Jakarta yang tengah bertransformasi sebagai kota global.

Ia berharap berbagai kreativitas dan kolaborasi yang dihadirkan dalam JKF dapat semakin mendorong aktivitas ekonomi sekaligus menjadi bagian dari persiapan menyambut peringatan lima abad Kota Jakarta pada 2027.

"Saya meyakini bahwa Jakarta ini kalau ekonomi kreatifnya tumbuh dengan baik, ini merupakan engine growth baru menambah pertumbuhan ekonomi yang ada di Jakarta," kata Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6