Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-27 · Ayat 67

An-Naml Ayat 67

Semut-semut · Makkiyah · 93 ayat

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا ءَاِذَا كُنَّا تُرَابًا وَّاٰبَاۤؤُنَآ اَىِٕنَّا لَمُخْرَجُوْنَ

Wa qālal-lażīna kafarū a'iżā kunnā turābaw wa ābā'unā a'innā lamukhrajūn(a).

Arti

Dan orang-orang yang kafir berkata, “Setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) nenek moyang kita, apakah benar kita akan dikeluarkan (dari kubur)?

Tafsir

Tafsir Wajiz

Dan keraguan serta kebutaan hati orang-orang yang kafir yang mengingkari hari kebangkitan itu mendorong mereka untuk berkata, “Setelah jasad kita hancur lebur menjadi tanah dan begitu pula jasad nenek moyang kita yang sudah sekian lama meninggalkan dunia ini, apakah benar kita akan dikeluarkan dari kubur untuk hidup kembali sebagaimana sebelumnya?

Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menerangkan keingkaran orang-orang kafir terhadap hari Kebangkitan dari kubur. Mereka berkata, “Apakah setelah kita mati dan menjadi tanah, dan begitu pula nenek moyang kita, akan dikeluarkan kembali dalam keadaan hidup dari kubur?” Pertanyaan mereka itu diucapkan secara sinis yang menunjukkan seolah-olah peristiwa itu mustahil akan terjadi, seperti tercantum dalam firman Allah:

وَقَالُوْٓا ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا وَّرُفَاتًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ خَلْقًا جَدِيْدًا ٤٩

Dan mereka berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?” (al-Isrā’/17: 49)

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.