Liputan6.com, Jakarta - Keharmonisan hubungan antara menantu dan mertua menjadi salah satu faktor penting terciptanya keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Dalam dinamika rumah tangga, tidak jarang muncul gesekan akibat perbedaan karakter, kebiasaan, atau cara pandang antara menantu dan orang tua pasangan.
Ketika hati mertua terasa keras, menantu sering kali merasa kebingungan untuk mencari jalan keluar. Islam mengajarkan bahwa selain berikhtiar secara lahiriah melalui sikap santun, berbuat baik, dan menjaga adab, seseorang dianjurkan berikhtiar batin dengan berdoa kepada Allah SWT.
Doa menjadi senjata ampuh bagi seorang mukmin karena ia menyadari bahwa sekeras apa pun hati manusia, tetap berada dalam genggaman kekuasaan Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati.
Advertisement
Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr mengutip hadis riwayat Abdullah bin Amru bin al-Ash, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kalbu seluruh manusia berada di antara dua jari dari jari-jemari Allah Yang Maha Pengasih, bagaikan satu kalbu, Allah merubah-rubah keadaannya sesuai kehendak-Nya.". Hadis ini menjadi penegas bahwa tidak ada hati yang mustahil untuk dilembutkan oleh Allah.
Syaikh Al-Badr kemudian menyebutkan doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW, yaitu Allaahumma Musharrifa-l quluub, sharrif quluubana 'alaa tha'atik, yang bermakna permohonan agar Allah mengarahkan hati hamba-Nya untuk senantiasa taat kepada-Nya. Doa ini bersifat umum, namun dapat dikhususkan untuk mertua dengan menyebut namanya di dalam hati.
Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Ebook Koleksi Doa dan Zikir menekankan pentingnya adab dalam berdoa agar permohonan dikabulkan oleh Allah. Di antara adab berdoa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah ikhlas semata-mata karena Allah, memuji Allah dan berselawat kepada Nabi SAW sebelum menyampaikan hajat, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, serta yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa.
Doa agar hati mertua dilembutkan bukanlah praktik mistis atau amalan tanpa dasar, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah kumpulan doa melembutkan hati yang keras.
Kumpulan Doa agar Hati Mertua Dilembutkan
Berikut ini adalah beberapa doa yang dapat diamalkan oleh seorang menantu untuk memohon agar hati mertua dilembutkan, dilengkapi dengan teks Arab, latin, arti, serta penjelasan dari buku-buku rujukan yang kredibel.
1. Doa Memohon Agar Hati Mertua Dilembutkan Seperti Besi yang Dilunakkan untuk Nabi Daud AS
Doa ini merupakan doa yang banyak diamalkan untuk meluluhkan hati seseorang yang keras, termasuk mertua. Redaksi doa ini termaktub dalam berbagai kitab doa dan artikel keislaman yang merujuk pada mukjizat Nabi Daud AS yang mampu melunakkan besi dengan izin Allah.
Arab: اَللَّهُمَّ لَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ..... لَيِّنْتَ لِدَاوُدَالْحَدِيْد
Latin: Allahumma layyinli qalbahu (sebut nama mertua), layyinta li Dawudal hadiid.
Artinya: "Ya Allah, lembutkanlah hatinya (sebut nama mertua) sebagaimana Engkau melunakkan besi kepada Nabi Dawud."
Doa ini tidak memiliki dalil khusus berupa hadis marfu' yang secara eksplisit menyebutkan redaksi tersebut untuk mertua. Namun, ia termasuk dalam kategori doa tawassul dengan menyebut sifat Allah Yang Maha Melunakkan besi bagi Nabi Daud AS.
Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menegaskan bahwa bertawassul dengan nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya adalah bagian dari adab berdoa yang diajarkan Islam.
Syaikh Al-Badr juga menjelaskan bahwa hati manusia berada di antara dua jari Allah, sehingga memohon agar Allah melunakkan hati mertua adalah permohonan yang sangat mungkin dikabulkan, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
2. Doa Rasulullah SAW untuk Mengarahkan Hati kepada Ketaatan
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin Amru bin al-Ash dan termaktub dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr.
Arab: اللَّهُمَّ مُصَـرِفَ القُلُوبِ صَـرِفَ قُلُوبِنَا عَلَى طَاعَـتِكَ
Latin: Allaahumma Musharrifa-l quluub, sharrif quluubana 'alaa tha'atik.
Artinya: "Ya Allah, Yang Mahakuasa untuk mengubah-ubah keadaan hati! Arahkanlah kalbu kami untuk senantiasa menaati Engkau."
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan merupakan doa yang sering dipanjatkan Rasulullah SAW. Syaikh Al-Badr dalam bukunya menjelaskan bahwa doa ini mengandung permohonan agar Allah memalingkan hati dari segala penyimpangan dan mengarahkannya kepada ketaatan. Beliau menegaskan bahwa doa ini dapat dikhususkan untuk mertua dengan menyebut namanya, karena pada hakikatnya hati mertua juga berada dalam kekuasaan Allah yang sama.
Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Ebook Koleksi Doa dan Zikir juga menambahkan bahwa doa ini termasuk zikir yang diajarkan Rasulullah SAW untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar hati senantiasa teguh di atas ketaatan.
3. Doa Memohon Kebaikan, Meninggalkan Kemungkaran, dan Dicintai oleh Orang-Orang Saleh
Doa ini termaktub dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr. Doa ini pada asalnya dipanjatkan Rasulullah SAW dalam konteks memohon berbagai kebaikan, termasuk kecintaan kepada orang-orang miskin dan amal saleh.
Namun, kandungan doa ini sangat relevan untuk memohon agar hati mertua dilembutkan dan dipenuhi kasih sayang.
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي وَإِذَا أَرَدْتَ فِتْنَةً فِي قَوْمٍ فَتَوَفَّنِي غَيْرَ مَفْتُونٍ. وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ كُلِّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ
Latin: Allaahumma innii as-aluka fi'la-l khayraat, wa tarka-l munkaraat, wa hubba-l masaakini, wa an taghfira lii wa tarhamanii, wa idzaa aradta fitnatan fii qawmin, fa tawaaffani ghaira maftuun. Wa as-aluka hubbak, wa hubba man yuhibbuk, wa hubba 'amalin yuqarribunii ilaa hubbik.
Artinya: "Ya Allah! Aku memohon kepadamu taufik untuk beramal kebaikan, meninggalkan kemungkaran, dan mencintai para fakir-miskin. Anugerahkanlah ampunan dan rahmat kepadaku. Apabila Engkau berkehendak menimpakan suatu ujian kepada para hamba, wafatkanlah aku tanpa harus menghadapi ujian tersebut. Aku memohon kepada-Mu kecintaan kepada-Mu, kepada siapa saja yang mencintai-Mu, dan kepada seluruh amal yang dapat mendekatkan diriku kepada kecintaan kepada-Mu."
Doa ini diriwayatkan dalam hadis yang panjang dan disebutkan oleh Syaikh Al-Badr dalam bukunya. Beliau menjelaskan bahwa doa ini mencakup permohonan agar Allah menganugerahkan kecintaan kepada amal saleh dan menjauhkan dari segala kemungkaran.
Dalam konteks hubungan dengan mertua, doa ini dapat menjadi sarana memohon agar Allah menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang di dalam hati mertua, sebagaimana Allah menumbuhkan cinta kepada orang-orang saleh.
4. Doa Memohon Kemudahan Segala Urusan
Doa ini termaktub dalam Ebook Koleksi Doa dan Zikir karya Ustaz Salehuddin bin Abu Samah. Doa ini sangat dianjurkan untuk diamalkan ketika menghadapi urusan yang sulit, termasuk ketika berhadapan dengan mertua yang hatinya keras.
Arab: اللَّهُمَّ لَسَهْلَ إِالَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا
Latin: Allaahumma la sahla illa ma ja'altahu sahla, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahla.
Artinya: "Ya Allah, tiada sesuatu yang mudah melainkan Engkau menjadikan ianya mudah. Engkaulah yang menjadikan sesuatu yang susah itu mudah apabila Engkau mahu menjadikan ianya mudah."
Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menjelaskan bahwa doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Ibnu As-Sunni, dan Ibnu Hajar. Doa ini mengandung pengakuan bahwa segala kemudahan hanya datang dari Allah, dan Allah Maha Kuasa untuk mengubah kesulitan menjadi kemudahan.
Dalam konteks doa agar hati mertua dilembutkan, doa ini dapat diamalkan sebagai permohonan agar Allah memudahkan jalan seorang menantu untuk mendekati mertua dan melunakkan hatinya.
5. Doa Memohon Perlindungan dari Rasa Gelisah dan Kesedihan
Doa ini juga termaktub dalam Ebook Koleksi Doa dan Zikir karya Ustaz Salehuddin bin Abu Samah. Doa ini sangat relevan bagi seorang menantu yang mungkin merasa gelisah, sedih, atau tertekan ketika menghadapi mertua yang keras hatinya.
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْدُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِّ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِّ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَّعِ الدِّينِ وَغَلْبَةِ الرِّجَالِ
Latin: Allaahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan, wal 'ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubn, wa dala'id daini wa ghalabatir rijal.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan dengan-Mu daripada rasa susah hati dan kesedihan, daripada lemah dan malas, daripada sifat bakhil dan sifat penakut, dan daripada desakan berhutang dan paksaan orang."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan merupakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan dari berbagai penyakit hati, termasuk kesedihan dan kelemahan
Ustaz Salehuddin menjelaskan bahwa doa ini termasuk doa yang sangat dianjurkan untuk diamalkan ketika seseorang dilanda kesulitan hidup. Dalam konteks hubungan dengan mertua, doa ini membantu seorang menantu untuk tetap tenang, tidak berputus asa, dan senantiasa bertawakal kepada Allah dalam menghadapi ujian keluarga.
Adab dan Waktu Terbaik Berdoa
Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Ebook Koleksi Doa dan Zikir menekankan pentingnya adab dalam berdoa agar permohonan dikabulkan oleh Allah. Beliau menjelaskan bahwa di antara adab berdoa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah ikhlas semata-mata karena Allah, memuji Allah dan berselawat kepada Nabi SAW sebelum menyampaikan hajat, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, serta yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa.
Dia juga mengingatkan bahwa doa tidak boleh dilakukan dengan tergesa-gesa atau meninggalkan doa ketika merasa belum dikabulkan. Dalam konteks doa agar hati mertua dilembutkan, adab-adab ini menjadi kunci agar doa tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menjadi sarana komunikasi spiritual yang penuh kekhusyukan dan harapan kepada Allah SWT.
Selain itu, terdapat waktu-waktu tertentu yang lebih mustajab untuk berdoa. Memilih waktu-waktu tersebut bukan berarti doa di waktu lain tidak dikabulkan, melainkan merupakan bentuk optimisme dan pengharapan yang lebih besar kepada Allah SWT. Berikut ini adalah waktu-waktu terbaik yang dapat dipilih untuk memanjatkan doa agar hati mertua dilembutkan.
1. Setelah Shalat Fardhu, Terutama pada Sujud Terakhir
Waktu setelah shalat fardhu adalah salah satu waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa. Dalam sebuah artikel yang mengutip pendapat Ustaz Abdul Somad, disebutkan bahwa sujud terakhir dalam shalat merupakan momen yang sangat dekat antara hamba dengan Allah, sehingga sangat baik untuk memanjatkan doa, termasuk doa meluluhkan hati mertua.
Pada posisi sujud, seorang hamba berada dalam keadaan paling rendah hati dan paling dekat dengan Allah, sehingga doa yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
2. Di Antara Azan dan Iqamah
Waktu antara azan dan iqamah adalah waktu yang penuh keberkahan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa doa di antara azan dan iqamah tidak akan ditolak. Oleh karena itu, seorang menantu dapat memanfaatkan momen ini untuk memohon agar Allah melunakkan hati mertua.
Waktu ini relatif singkat, namun sangat berharga bagi seorang hamba yang ingin mendekatkan diri kepada Allah.
3. Sepertiga Malam Terakhir
Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat istimewa karena Allah turun ke langit dunia dan menyeru hamba-Nya yang berdoa agar dikabulkan.
Berdoa di waktu ini, terutama setelah melaksanakan shalat tahajud, merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi siapa saja yang memiliki hajat besar, termasuk hajat untuk melunakkan hati mertua. Suasana malam yang sunyi dan tenang sangat mendukung kekhusyukan dalam berdoa.
4. Ketika Hujan Turun
Hujan adalah salah satu waktu di mana doa dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa pada waktu hujan turun adalah doa yang mustajab. Oleh karena itu, ketika hujan turun, seorang menantu dapat memanfaatkannya untuk memohon agar Allah melunakkan hati mertua dan menurunkan keberkahan dalam hubungan keluarga.
5. Hari Jumat
Hari Jumat memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Di antara waktu-waktu pada hari Jumat, terdapat saat di mana doa tidak akan ditolak, yaitu pada saat khutbah hingga shalat Jumat selesai, atau pada akhir hari Jumat sebelum Maghrib. Memanfaatkan waktu ini untuk berdoa agar hati mertua dilembutkan adalah pilihan yang sangat bijak.
Hikmah Doa agar Hati Mertua Dilembutkan
Mengamalkan doa agar hati mertua dilembutkan bukan hanya sekadar memohon perubahan pada diri mertua, tetapi juga mengandung hikmah yang sangat besar bagi kehidupan seorang menantu. Berikut ini adalah lima hikmah utama yang dapat diraih.
1. Menumbuhkan Ketenangan Jiwa dan Menghindari Konflik
Doa memiliki efek psikologis yang sangat besar bagi orang yang mengamalkannya. Ketika seorang menantu secara rutin memanjatkan doa agar hati mertua dilembutkan, ia akan merasakan ketenangan jiwa karena telah menyerahkan urusannya kepada Allah SWT.
Ketenangan ini akan menghindarkannya dari sikap emosional, mudah tersinggung, atau terprovokasi ketika menghadapi sikap mertua yang kurang menyenangkan. Dengan hati yang tenang, potensi konflik dapat diminimalisir, dan komunikasi dapat berjalan lebih baik.
2. Melatih Kesabaran dan Akhlak Mulia
Doa yang dipanjatkan dengan penuh kesabaran akan melatih seorang menantu untuk memiliki akhlak yang mulia. Ia menyadari bahwa perubahan hati mertua adalah hak prerogatif Allah, sehingga tugasnya adalah berdoa, berusaha, dan bersabar.
Sikap sabar ini akan tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti tetap berbuat baik meskipun belum mendapat respons yang diharapkan, tidak membalas keburukan dengan keburukan, dan senantiasa menjaga adab kepada mertua. Kesabaran inilah yang akan menjadi bekal berharga dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
3. Mempererat Silaturahim dan Mendatangkan Keberkahan Keluarga
Hubungan yang baik antara menantu dan mertua adalah bagian dari silaturahim yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan berdoa agar hati mertua dilembutkan, seorang menantu sedang berupaya memperbaiki dan mempererat tali silaturahim.
Ketika hati mertua menjadi lembut, hubungan keluarga akan menjadi harmonis, saling menghormati, dan saling menyayangi. Keharmonisan ini akan mendatangkan keberkahan bagi seluruh anggota keluarga, karena keluarga yang harmonis adalah fondasi masyarakat yang baik.
4. Mendekatkan Diri kepada Allah dan Meningkatkan Tawakal
Doa adalah ibadah yang paling utama. Dengan rutin memanjatkan doa agar hati mertua dilembutkan, seorang menantu sedang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia menyadari bahwa dirinya lemah dan tidak mampu mengubah hati orang lain tanpa pertolongan Allah.
Kesadaran ini akan meningkatkan tawakal, yaitu sikap berserah diri kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin. Tawakal yang benar akan membuahkan ketenangan batin dan optimisme dalam menghadapi segala ujian hidup.
5. Membuka Pintu Hidayah dan Kasih Sayang
Allah Maha Kuasa untuk membuka pintu hidayah dan menumbuhkan kasih sayang di dalam hati siapa pun, termasuk mertua. Melalui doa yang tulus, seorang menantu memohon agar Allah melunakkan hati mertua, sehingga mertua dapat melihat kebaikan yang ada pada diri menantu.
Ketika hati mertua sudah dilembutkan oleh Allah, kasih sayang akan tumbuh dengan sendirinya, dan hubungan pun akan dipenuhi dengan rasa saling pengertian. Pada akhirnya, doa ini bukan hanya mengubah hati mertua, tetapi juga mengubah diri menantu menjadi pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan penuh kasih sayang.
Pertanyaan Doa Melembutkan Hati Mertua
1. Apakah ada doa khusus agar hati mertua dilembutkan?
Tidak ada doa yang secara spesifik hanya diperuntukkan bagi mertua. Namun, doa-doa umum untuk melembutkan hati, seperti Allaahumma Musharrifa-l quluub dan Allahumma layyinli qalbahu, dapat diamalkan dengan menyebut nama mertua di dalam hati. Doa-doa ini memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur'an dan Sunnah, serta dapat dikhususkan untuk siapa pun yang kita kehendaki.
2. Berapa kali sebaiknya membaca doa agar hati mertua dilembutkan?
Tidak ada batasan jumlah yang ditentukan secara syar'i. Namun, sebagian ulama menganjurkan untuk membacanya sebanyak tiga kali, tujuh kali, atau sepuluh kali setelah shalat fardhu. Yang terpenting adalah dilakukan dengan penuh kekhusyukan, keyakinan, dan istiqamah, bukan sekadar menghitung jumlah bacaan.
3. Kapan waktu terbaik untuk membaca doa agar hati mertua dilembutkan?
Waktu terbaik adalah setelah shalat fardhu, terutama pada sujud terakhir, di antara azan dan iqamah, sepertiga malam terakhir, ketika hujan turun, dan pada hari Jumat. Waktu-waktu ini adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, sehingga sangat dianjurkan untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
4. Apakah doa ini boleh dibaca tanpa menyebut nama mertua?
Boleh. Doa tersebut tetap sah dan dapat dipanjatkan tanpa menyebut nama mertua, karena Allah Maha Mengetahui siapa yang dimaksud dalam doa hamba-Nya. Namun, menyebut nama mertua secara spesifik dapat membantu meningkatkan kekhusyukan dan memfokuskan hati pada hajat yang diinginkan.
5. Apakah doa agar hati mertua dilembutkan harus diamalkan oleh menantu perempuan saja?
Tidak. Doa ini dapat diamalkan oleh siapa saja, baik menantu perempuan maupun menantu laki-laki, bahkan oleh anak kandung sekalipun. Pada prinsipnya, setiap muslim dianjurkan untuk berdoa agar Allah melunakkan hati orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga, agar tercipta hubungan yang harmonis dan penuh keberkahan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381099/original/021116000_1792753524-cek_fakta_suahasil_-_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2214828/original/012272500_1526406975-pemadan_karhutla_sinar_mas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4206904/original/051627000_1666947484-doa-keselamatan-dunia-akhirat-arab-dan-latin-amalkan-setiap-hari.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460685/original/076880100_1767264471-close-up-man-preparing-steal-motorcycle.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381736/original/080935200_1792881978-berita_pasarkan-vila-pakai-visa-kunjungan-wn-ceko-dideportasi-dari-bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381735/original/072591100_1792881294-IMG-20261024-WA0043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381699/original/003638800_1792850940-IMG-20261024-WA0145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381623/original/085941700_1792840725-IMG-20261024-WA0079.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381600/original/017946500_1792836217-1307080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381585/original/014021300_1792834626-Screenshot_20261024_110650_Instagram_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381560/original/085516100_1792830180-506228.jpg)