Toyota HiAce Disulap Jadi Camper 4x4, Ground Clearance Kalahkan Land Cruiser

Toyota HiAce disulap menjadi camper 4x4 ekstrem dengan ground clearance 300 mm, ban 35 inci, mesin diesel 450 Nm, serta kabin luas.

Diterbitkan 30 Agustus 2026, 06:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Toyota HiAce selama ini lebih dikenal sebagai van untuk mengangkut penumpang maupun barang. Namun, di tangan builder asal Australia, Headspace Campers, kendaraan tersebut berubah menjadi camper 4x4 yang punya kemampuan melibas medan berat.

Basisnya menggunakan Toyota HiAce LWB panel van dengan spesifikasi Australia. Berbeda dari HiAce model cab-over yang dijual di Jepang, versi ini menggunakan mesin di bagian depan dan memiliki dimensi bodi yang lebih besar.

Dilansir dari lama Carscoops, Minggu (29/8/2026) Headspace Campers kemudian mengubah sistem penggeraknya dari roda belakang menjadi 4WD. 

Dengan sistem tersebut menggunakan transfer case dari Toyota Land Cruiser 200 Series, lengkap dengan low-range gear dan diferensial yang dapat dikunci secara pneumatik.

Tidak hanya itu, kemampuan off-road HiAce ini semakin ditingkatkan melalui penggunaan suspensi heavy-duty dengan peredam kejut adjustable remote-reservoir. 

Van yang juga menggunakan ban Toyo Open Country Mud Terrain berukuran 35 inci yang dipasang pada pelek 16 inci.

Menariknya, hasilnya cukup mengejutkan. Toyota HiAce camper ini memiliki ground clearance 300 mm atau sekitar 30 cm. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan ground clearance Land Cruiser standar. 

Headspace Campers juga sempat menguji kemampuan HiAce ini bersama Land Cruiser 70 Series yang telah dimodifikasi.

Bukan Cuma Jago di Medan Berat

Untuk menunjang aktivitas off-road, sejumlah perangkat tambahan turut dipasang. Mulai dari bumper baja, snorkel, pelindung bagian bawah bodi, winch, dudukan dua ban cadangan, pijakan samping elektrik, side awning, hingga pop-top roof dan roof rack.

Namun, keunggulan HiAce ini bukan hanya kemampuan melibas medan berat. Ukuran bodinya membuat ruang belakang bisa dimanfaatkan menjadi area tinggal yang cukup lengkap.

Pada ruang kargonya memiliki panjang 2.740 mm dengan kapasitas hingga 6.200 liter. Area tersebut kemudian diubah menjadi ruang camper yang dilengkapi shower dengan air panas, tempat duduk yang dapat diubah menjadi tempat tidur, serta dapur geser dengan kompor induksi dua tungku, wastafel, dan kulkas.

Bagian atap juga mendapat pop-up roof elektrik berbahan aluminium. Di sana terdapat tempat tidur berukuran 1.450 x 2.100 mm, kasur memory foam, jendela kanvas, plafon kayu, lampu LED, port USB, serta ruang penyimpanan.

Pada segi kelistrikannya, camper ini menggunakan sistem kelistrikan 48 volt dengan baterai lithium berkapasitas 200 Ah. Sistem tersebut diklaim mampu menjalankan AC, kulkas, kompor induksi hingga perangkat lainnya secara bersamaan sepanjang malam.

Dari sektor mesin, Headspace Campers tidak melakukan perubahan. Toyota HiAce ini tetap menggunakan mesin turbodiesel 2,8 liter yang menghasilkan tenaga 174 hp atau 177 PS dan torsi maksimum 450 Nm. Kemampuan angkutnya berada di kisaran 1.500-1.600 kg, sedangkan kapasitas towing mencapai 1.700 kg.

Tidak hanya itu, untuk menunjang perjalanan jauh, tersedia tangki bahan bakar yang cukup besar dengan kapasitas total 275 liter yang bisa diajak jalan jauh.

 

Harga Kendaraan

Sementara untuk segi harga, Headspace Campers menawarkan paket standar yang di bandrol AU$ 18.950 setara Rp 300 jutaan dan paket premium AU$ 27.590 atau sekitar Rp 350 Jutaan, belum termasuk biaya engineering dan pemasangan.

Harga tersebut belum mencakup biaya konversi menjadi 4WD, suspensi khusus, serta penggunaan ban 35 inci. Sebagai gambaran, harga Toyota HiAce LWB sebagai kendaraan donor di Australia dimulai dari AU$ 56.395 setara dengan Rp 700 jutaan.

Sehingga, untuk mendapatkan HiAce camper dengan spesifikasi seperti dalam proyek ini, biaya akhirnya bisa menembus lebih dari AU$ 100 ribu sekitar Rp 1 Miliar.

Headspace Campers juga disebut tengah menyiapkan proyek HiAce 4x4 baru dengan bodi yang lebih panjang. Jika terealisasi, van camper tersebut berpotensi menawarkan ruang yang lebih besar sekaligus mempertahankan kemampuan off-road yang menjadi daya tarik utamanya.