Mercedes-AMG GLA Listrik Punya Tenaga Buas di Balik Tampang Kalemnya

Secara desain, Mercedes-AMG GLA listrik masih mempertahankan siluet crossover yang ringkas dan familier.

Diterbitkan 26 Agustus 2026, 17:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mercedes-AMG tampaknya tidak ingin membiarkan GLA listrik versi standar terlalu lama menjadi pusat perhatian. Setelah memperkenalkan GLA listrik pada Juli lalu, divisi performa Mercedes-Benz kini tengah menyiapkan versi beringasnya, Mercedes-AMG GLA listrik.

Berdasarkan foto penampakan terbaru atau spy shot yang dilansir Carscoops, Rabu (26/8/2026), prototipe AMG GLA listrik terlihat menjalani pengujian dengan kamuflase yang semakin minim. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa crossover listrik berperforma tinggi ini semakin dekat menuju tahap produksi.

Secara desain, Mercedes-AMG GLA listrik masih mempertahankan siluet crossover yang ringkas dan familier. Namun, sejumlah sentuhan khas AMG membuat tampilannya terlihat lebih agresif.

Bagian belakang terlihat mendapatkan lampu dengan motif bintang, spoiler atap, serta diffuser yang tampil lebih sporty. Meski demikian, desain keseluruhannya masih relatif sopan dan tidak terlalu mencolok.

Kesan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri. Di balik tampilan crossover keluarga, AMG GLA listrik menyimpan performa yang berpotensi membuat mobil sport berharga mahal kewalahan saat berakselerasi.

Masuk ke kabin, nuansa modern semakin terasa berkat penggunaan panel layar digital berukuran besar yang membentang dari sisi pengemudi hingga ke area penumpang depan.

Sektor performa menjadi bagian paling menarik dari AMG GLA listrik. Mobil ini disebut mengadopsi racikan yang digunakan pada Mercedes-AMG CLA 45 listrik, dengan konfigurasi tiga motor listrik berbasis teknologi fluks aksial.

Satu motor ditempatkan di bagian depan, sedangkan dua motor lainnya berada di belakang. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga maksimal mencapai 680 PS dengan torsi fantastis hingga 1.758 Nm.

Dengan output sebesar itu, akselerasi 0-100 km/jam diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 3 detik. Angka tersebut menempatkan AMG GLA listrik di wilayah performa yang selama ini identik dengan mobil sport dan supercar.

Performa tinggi tentu membutuhkan pasokan energi yang memadai. Untuk itu, Mercedes-AMG GLA listrik dibekali baterai berkapasitas 94 kWh.

Kapasitas tersebut lebih besar dibandingkan GLA listrik standar yang menggunakan baterai berkapasitas sekitar 58-85 kWh.

Dengan baterai lebih besar, AMG GLA diproyeksikan mampu menempuh jarak sekitar 555-643 km dalam sekali pengisian daya.

 

 

Kelengkapan Lainnya

Tidak hanya mengandalkan tenaga besar, sektor pengendalian juga mendapat perhatian serius.

Mobil ini diperkirakan menggunakan suspensi adaptif, torque vectoring, serta sistem penggerak semua roda dengan distribusi tenaga yang dapat berubah sesuai kebutuhan.

Kombinasi tersebut diharapkan membuat AMG GLA tetap stabil ketika pengemudi mengeksplorasi kemampuan akselerasinya.

Menariknya, Mercedes-AMG juga menyiapkan fitur yang dirancang untuk menghadirkan sensasi berkendara seperti mobil bermesin pembakaran internal.

Fitur tersebut disebut AMGForce S+. Teknologi ini menghadirkan simulasi suara mesin, perpindahan gigi buatan, hingga getaran pada jok.

Tujuannya bukan meningkatkan performa secara langsung, melainkan memberikan pengalaman emosional yang selama ini menjadi ciri khas mobil performa bermesin konvensional.

Dengan demikian, pengemudi tetap dapat merasakan sensasi pergantian gigi dan raungan mesin meskipun AMG GLA sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik.

Mercedes-AMG sejauh ini belum mengungkap harga resmi GLA listrik berperforma tinggi tersebut. Namun, crossover ini diperkirakan akan ditawarkan dengan harga yang masih jauh lebih rendah dibandingkan supercar konvensional.

Jika spesifikasi tersebut terealisasi, AMG GLA listrik berpotensi menjadi salah satu crossover listrik yang menawarkan kombinasi menarik antara kepraktisan, jarak tempuh, teknologi, dan performa ekstrem.

Dengan tenaga 680 PS, torsi 1.758 Nm, serta kemampuan akselerasi 0-100 km/jam sekitar 3 detik, mobil ini bisa menjadi bukti bahwa kendaraan keluarga tidak selalu identik dengan performa biasa-biasa saja.