Liputan6.com, Jakarta - Tips merawat rambut dengan air beras belakangan makin banyak dicari, terutama oleh mereka yang ingin perawatan alami tanpa perlu keluar banyak biaya. Air cucian atau air rebusan beras yang biasanya langsung dibuang ternyata bisa dimanfaatkan jadi racikan perawatan rambut di rumah. Bahannya sederhana, prosesnya juga tidak ribet.
Tradisi memakai air beras untuk rambut sebenarnya sudah lama dipraktikkan di sejumlah negara Asia, termasuk oleh komunitas yang dikenal punya rambut panjang dan tetap sehat hingga usia lanjut. Belakangan, tren ini kembali populer lewat media sosial dan berbagai ulasan kecantikan internasional.
Nah, sebelum mencoba sendiri di rumah, ada baiknya memahami dulu kenapa rambut perlu dirawat secara rutin, cara membuat racikan air beras yang tepat, manfaat yang bisa didapat, sampai efek samping yang perlu diwaspadai supaya hasilnya maksimal dan tetap aman. Simak ulasan lengkapnya berikut ini, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (26/8/2026).
Advertisement
Mengapa Rambut Harus Dirawat?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530283/original/000803700_1782462459-IMG_1218.jpeg)
Rambut adalah bagian tubuh yang terus-menerus terpapar berbagai faktor eksternal, mulai dari sinar matahari, polusi, sampai panas alat styling seperti catokan dan hair dryer. Paparan yang berulang ini lama-kelamaan bisa merusak lapisan kutikula rambut, membuatnya jadi kusam, kering, dan gampang patah kalau tidak dirawat dengan baik.
Selain faktor luar, kondisi kulit kepala juga berpengaruh besar terhadap kesehatan rambut secara keseluruhan. Kulit kepala yang kurang terjaga kebersihannya bisa mengganggu fungsi folikel rambut, sehingga pertumbuhan rambut baru jadi kurang optimal.
Karena itu, perawatan rambut bukan cuma soal tampilan, tapi juga soal menjaga fungsi rambut dan kulit kepala tetap sehat dalam jangka panjang.
Advertisement
Tips Merawat Rambut dengan Air Beras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5113396/original/015916200_1738223131-bowl-with-rice-bottle-homemade-rice-water-wooden-table-diy-skincare-product_1048944-1520705.jpg)
Ada beberapa metode pengolahan air beras yang bisa dipilih sesuai waktu dan kebutuhan, mulai dari cara paling instan sampai yang butuh proses lebih panjang. Berikut tiga metode yang bisa dicoba di rumah:
- Perebusan — rebus beras dengan takaran air lebih banyak dari biasanya hingga mendidih dan mengental. Matikan api sebelum beras benar-benar matang, saring air rebusan yang pekat, lalu encerkan dengan sedikit air sebelum dipakai.
- Perendaman instan — rendam beras yang sudah dicuci bersih dalam 2-3 cangkir air selama sekitar 30 menit. Remas beras hingga air memutih, lalu saring ke dalam botol semprot dan air beras siap digunakan.
- Fermentasi — lakukan proses perendaman seperti metode kedua, lalu pindahkan air saringan ke botol kaca atau plastik dan diamkan pada suhu ruang selama 1-2 hari sampai air terasa agak asam. Simpan di kulkas agar racikan tetap awet.
Setelah racikan siap, cukup semprotkan atau usapkan air beras secara merata ke kulit kepala dan batang rambut sambil dipijat lembut.
Diamkan sekitar 10-20 menit agar nutrisinya meresap, lalu bilas hingga bersih dengan air mengalir. Penggunaan cukup 1-2 kali seminggu, tidak perlu setiap hari.
Manfaat Air Beras untuk Rambut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529627/original/083809800_1773374961-unnamed__79_.jpg)
Menurut Medical News Today, air beras dipercaya mengandung asam amino, vitamin B, vitamin E, dan berbagai mineral yang bermanfaat untuk kesehatan rambut. Kombinasi nutrisi ini dipercaya bisa membuat rambut terasa lebih halus, meningkatkan kilau, serta membantu memperkuat helai rambut yang rapuh.
Salah satu keunggulan lain dari air beras fermentasi adalah kandungan antioksidannya yang meningkat dibanding air beras biasa. Menurut ulasan yang dirujuk Medical News Today, proses fermentasi terbukti meningkatkan kadar antioksidan pada suatu bahan, sehingga air beras fermentasi berpotensi lebih efektif melawan kerusakan sel rambut dan kulit kepala akibat radikal bebas.
Meski begitu, Cleveland Clinic mengingatkan bahwa klaim air beras bisa membuat rambut tumbuh lebih panjang dan kuat masih bersifat anekdot turun-temurun, dan belum sepenuhnya didukung riset ilmiah yang kuat. Air beras tetap layak dicoba sebagai perawatan tambahan, tapi sebaiknya tidak dianggap sebagai solusi tunggal untuk masalah rambut yang lebih serius.
Advertisement
Apa Efek Samping Air Beras untuk Rambut?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332916/original/059225100_1787723414-11628353048256411309.jpeg)
Di balik manfaatnya, penggunaan air beras yang berlebihan juga punya risiko tersendiri. Cleveland Clinic dan sejumlah ahli perawatan rambut menyebut kondisi yang disebut "protein overload" sebagai efek samping paling umum, yaitu penumpukan protein pada helai rambut akibat pemakaian yang terlalu sering atau dibiarkan terlalu lama di rambut.
Menurut Mielle Organics, tanda-tanda protein overload biasanya berupa rambut yang terasa kaku, kering, dan lebih mudah patah dibanding biasanya. Pemilik rambut dengan porositas rendah disebut lebih rentan mengalami kondisi ini, karena protein dari air beras cenderung menempel di permukaan rambut alih-alih terserap sempurna. Karena itu, disarankan membatasi pemakaian air beras cukup 1-2 kali seminggu dan tidak meninggalkannya semalaman di rambut.
Tips Aman Menggunakan Air Beras agar Tidak Berlebihan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499854/original/092636400_1770797030-mencucui_beras.jpg)
Supaya manfaatnya optimal tanpa menimbulkan efek samping, penggunaan air beras sebaiknya tidak dilakukan setiap hari. Batasi pemakaian sekitar 1-2 kali seminggu, dan selalu bilas sampai bersih setelah didiamkan 10-20 menit di kulit kepala dan rambut.
Kalau setelah beberapa kali pemakaian rambut mulai terasa kaku atau lebih kering dari biasanya, sebaiknya hentikan sementara dan beri jeda lebih panjang sebelum mencobanya lagi.
Menyeimbangkan air beras dengan pelembap rambut biasa, seperti kondisioner, juga bisa membantu mencegah rambut kehilangan kelembapan alaminya akibat kandungan protein yang terkandung dalam air beras.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tips Merawat Rambut dengan Air Beras
Apakah air beras aman digunakan untuk semua jenis rambut?
Umumnya aman, tapi pemilik rambut dengan porositas rendah perlu lebih berhati-hati karena risiko penumpukan protein lebih tinggi dibanding jenis rambut lain.
Berapa kali seminggu sebaiknya memakai air beras untuk rambut?
Cukup 1-2 kali dalam seminggu, karena penggunaan yang terlalu sering berisiko menyebabkan penumpukan protein pada helai rambut.
Apa metode pembuatan air beras yang paling cepat?
Metode perendaman instan paling cepat, karena hanya butuh waktu sekitar 30 menit sebelum air beras bisa langsung dipakai.
Apa tanda-tanda rambut mengalami protein overload akibat air beras?
Rambut terasa kaku, kering, dan mudah patah adalah tanda umum protein overload yang biasanya muncul akibat penggunaan air beras terlalu sering.
Apakah air beras fermentasi lebih baik daripada air beras biasa?
Air beras fermentasi cenderung punya kandungan antioksidan lebih tinggi dibanding air beras biasa, karena proses fermentasi meningkatkan kadar antioksidan di dalamnya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3737806/original/026894900_1639896354-cek_fakta_NU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5112171/original/087854200_1738118537-cek_fakta_hotel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332915/original/038125100_1787723414-8036508005429699769.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329598/original/032908100_1787285459-tNZgRl4ieYRoUgC9TEAZx52ArPZNwUicHx1nxQEc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320361/original/001674800_1786346859-stasiun_poncol_wikipedia.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333102/original/021901200_1787731829-pexels-yuanda-darian-shen-429147904-32543475.jpg)