Prabowo Kunjungi Korban Gempa NTT: Sekolah di Tenda Dulu

Dia juga berjanji akan segera memperbaiki rumah warga yang rusak.

Diterbitkan 26 Agustus 2026, 17:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berjanji pemerintah akan memperbaiki infrastruktur di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang rusak akibat gempa magnitudo 7 pada 15 Agustus 2026 lalu. Prabowo menginstruksikan sekolah untuk sementara akan dilakukan di tenda.

"Sudah kita siapkan, perbaikan-perbaikan, langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, segera kita jalankan. Mungkin untuk keamanan sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu ya," kata Prabowo saat mengunjungi posko pengungsian gempa di Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).

"Menurut para ahli, kita butuh kurang lebih sabar, mungkin maksimal mungkin tiga minggu lagi ya, baru relatif aman semuanya," sambungnya.

Dia juga berjanji akan segera memperbaiki rumah warga yang rusak karena gempa serta membangun hunian sementara (huntara). Prabowo menegaskan pemerintah tak akan membiarkan korban terdampak gempa menghadapi bencana sendiri.

"Kita mulai nanti bangun hunian-hunian sementara dan, perbaikan rumah-rumah dan sebagainya. Jadi percayalah, pemerintah tidak akan membiarkan Saudara sendiri. Kita hadir dan kita akan terus membantu saudara-saudara," tuturnya.

Prabowo mengatakan Bupati Nagekeo telah menyampaikan gagasan untuk membangun dan menjadikan Kabupaten Nagekeo menjadi lebih produktif pascagempa. Dia memastikan pemerintah pusat akan mendukung agar masyarakat dapat hidup lebih baik dan sejahtera.

"Dan kita akan bangun seluruh, seluruh NTT kita bangun, seluruh Indonesia kita bangun. Kabupaten demi kabupaten, kecamatan demi kecamatan, desa demi desa kita bangun. Rakyat kita harus hidup dengan baik dan sejahtera," jelas Prabowo.

Beri Bantuan Rp 200 Miliar

Prabowo menyalurkan bantuan sebesar Rp 200 miliar untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di NTT. Sebesar Rp 40 miliar untuk pemerintah provinsi NTT dan masing-masing Rp 20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak.

Adapun delapan kabupaten tersebut yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.

Prabowo menegaskan bantuan tersebut harus digunakan secara tepat untuk mendukung penanganan bencana dan membantu masyarakat yang terdampak.

"Bantuan yang Rp 20 miliar tiap kabupaten yang terdampak sudah sampai?" tanya Prabowo saat memimpin rapat penanganan bencana NTT di Yonif 834/WM, Kabupaten Nagekeo.

Kepala BNPB Letjen Suharyanto memastikan bantuan sebesar Rp 20 miliar untuk setiap kabupaten telah diterima oleh pemerintah daerah. Dia juga telah berpesan kepada para bupati agar digunakan khusus untuk kebutuhan penanganan bencana.

"Sudah sampai, kami juga sudah sampaikan ke Bupati, bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana," ujar Suharyanto.

Prabowo juga mendorong pemerintah daerah memiliki lumbung-lumbung cadangan untuk menghadapi keadaan darurat. Dia mengatakan pemerintah pusat siap membantu membangunkan apabila daerah belum mempunyai lumbung cadangan

"Berarti kita bantu tiap provinsi biar gubernur mempunyai gudang dan persiapan makanan sama juga dengan bupati. Seharusnya sebetulnya juga memang demikian. Para bupati, gubernur harusnya juga sudah punya lumbung-lumbung cadangan, tapi ya sudah kalau mereka mungkin belum berinisiatif kita lakukan," tutur Prabowo.

Di sisi lain, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Preden Prabowo. Menurut dia, dukungan tersebut sangat membantu pemerintah daerah untuk memperkuat penanganan dan memberikan bantuan kepada para pengungsi.

"Terima kasih Bapak Presiden sudah mendapatkan bantuan. Semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan Rp 20 miliar dan provinsi Rp 40 miliar, itu sangat membantu kami untuk menggerakkan lebih maksimal lagi biar bisa bantu pengungsi," pungkas Melkiades.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6